Masuk

Dinas PM-PTSP Makassar Bakal Lakukan Penataan Reklame

Komentar

Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas PM-PTSP Kota Makassar, Andi Bukti Djufri menyebut bakal melakukan penataan reklame sehingga tampak estetis dan teratur. Ia menilai, selama ini, reklame di Kota Makassar tidak teratur.

“Bentuk pengaturan reklame, kita akan atur ulang. Kita lihat lokasi dan setelah melakukan kajian,” kata dia saat ditemui di Balai Kota Makassar, Selasa, 15 Oktober 2019.

Dia menuturkan, pihaknya menaruh perhatian terhadap reklame bukan sekadar memungut retribusi.

Baca Juga: Raih Peringkat 71, Penilaian Kinerja DPM PTSP Makassar Kurang Baik dari Kementerian Investasi

“Jangan patok di situ dan di sini sehingga kelihatan tak ada estetika,” paparnya.

Kendati begitu, ia memaparkan bahwa sebelum melakukan penataan, terlebih dahulu melakukan pertemuan dengam SKPD teknis. Mulai dari Dinas Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Bapenda.

“Jadi kita tata kembali, tidak serta merta orang bermohon kita langsung beri izin. Tidak. Kita tata dulu,” urainya.

Baca Juga: Pasca Sidak di Akhir Tahun 2019, 42 Pengusaha Minol Urus Surat Izin di PTSP

Bukti menilai retribusi tetap menjadi prioritas untuk meningkatkan pendapatan namun bila kehilangan estetika maka Kota Makassar bakal jadi kota reklame.

“Kita lihat kota-kota lain, di sana mereka tertata, kawasan sini bebas reklame, kawasan sini teratur reklamenya, kita mau atur juga,” kata dia.

Dia menjelasban bakal melakukan pemetaan terhadap jalan yang bisa ada reklame besar, sedang dan kecil.

“Jangan kita buruh retribusi lalu estetika kota kita abaikan. Kacau nanti kota ini. Nanti kita keluar langsung reklame,” ungkapnya.

Baca Juga: Realisasi Retribusi Perizinan Belum Capai Target, Dinas PM-PTSP Makassar ‘Jemput Bola’

Menyoal target penataan reklame, Bukti memgatakan paling tidak bulan depan sudah rampung melakukan pemetaan terlebih dahulu.

“Dan juga ada nanti kawasan bebas reklame. Apakah nanti di situ tidak boleh hasil kajian nanti yang menentukan,” paparnya.

Terkait tolak ukur kawasan bebas reklame, dia mengatakan bahwa yang memutuskan hal tersenanti ahli kajian yang tentukan.