Dinas SDA Balas Guntur Romli soal Sumur Resapan Terlantar, Geisz: Dia Itu dari Dulu Cuma Jongos

Dinas SDA Balas Guntur Romli soal Sumur Resapan Terlantar, Geisz: Dia Itu dari Dulu Cuma Jongos

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta membalas politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli yang melaporkan di Twitter soal adanya sumur resapan terlantar di Rusun Bidara Cina Jatinegara, Jakarta.

Komisaris Ancol, Geisz Chalifah lantas menyindir bahwa sejak dulu hingga kini, Guntur Romli memang hanyalah jongos.

“Dia itu dari dulu cuma Jongos sampai sekarang tetap jongos cuma pindah majikan,” kata Geisz Chalifah melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 17 Desember 2021.

“Dulu jongosnya Celli sekarang jongosnya,” sambungnya.

Cuitan Geisz Chalifah itu adalah respons terhadap cuitan Dinas SDA DKI Jakarta yang menjelaskan bahwa sumur resapan yang disebut terlantar oleh Guntur Romli sedang dalam pengerjaan.

Baca Juga

“Dapat kami sampaikan bahwa di lokasi tersebut sedang dalam tahap proses pekerjaan. Berikut kami lampirkan dokumentasinya. Terima kasih,” demikian balasan Dinas SDA melalui akun Twitter resmi pada Jumat.

Tiga hari sebelumnya, yakni pada Selasa, 14 Desember 2021, Guntur Romli mengunggah gambar sumur resapan yang ia sebut terlantar di samping Rusun Bidara Cina Jatinegara.

Ia mengkritik keras bahwa sumur-sumur resapan itu mejadi sarang nyamuk dan dapat membahayakan jika ada anak-anak yang bermain di lokasi tersebut.

“Coba TGUPP dan buzzer Anies Baswedan berendam di situ agar lubangnya gak bahaya,” katanya.

Guntur Romli mengatakan bahwa menurut penghuni di Rusun Bidara Cina, sumur resapan itu telah terlantar dan tak ditutup selama 1 bulan.

“Gak ditutup, dibiarkan terbuka seperti itu, padahal di kawasan pemukiman dan banyak anak-anak yang main,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.