Terkini.id — Pasca Wali Kota Parepare, Taufan Pawe terpilih sebagai Ketua Golkar Sulsel pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel ke10 yang berlangsung di Jakarta pada 6 Agustus 2020 lalu.
Sejumlah kader Golkar Sulsel terus saja mempersoalkan Taufan Pawe, bahkan Kantor DPD I Golkar Sulsel di Jalan Botolempangan Makassar, disegel oleh sejumlah kader sayap partai yaitu Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Rabu 26 Agustus 2020.
Hal itu karena sejumlah kader kecewa terhadap Taufan Pawe yang sampai hari ini belum membentuk struktur kepengurusan Golkar Sulsel periode 2020-2025.
Bahkan tiga dari lima formatur Musda X yaitu, Abdillah Natsir, Farouk M Betta dan Imran Tenri Tata, menggelar rapat atas dasar inisiatif dan menghasilkan komposisi kepengurusan DPD I Golkar Sulsel.
Sayangnya, ketiga formatur ini tidak melibatkan dua formatur lainnya yakni, Taufan Pawe sebagai Ketua terpilih dan Muhidin Muh Said sebagai perwakilan DPP Partai Golkar.
- Siang Terik, Malam Remang, Jejak Pengabdian Satgas TMMD Ke-128 yang Tak Pernah Padam
- Investor Asal Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW di Sidrap, Bupati: Ini Peluang Besar
- Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Siap Kawal Sengketa Lahan Warga Pinrang ke DPR RI
- Percepat Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sidrap dan TP PKK Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
- Briton English Education Jadi Sponsor Utama Inersia Royal Championship 2026 di Makassar
Menanggapi hal tersebut. Taufan Pawe mengatakan, bahwa usulan susunan struktur kepengurusan sudah berada di meja Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, sejak 21 Agustus 2020.
“Usulan strukturnya sudah ada di DPP,” kata Taufan.
Taufan menyadari munculnya susunan kepengurusan yang dibuat oleh tiga formaturnya buntut kekecewaan. Sebab, mereka menolak beberapa nama, salah satunya menolak anggota Fraksi DPRD Sulsel masuk dalam susunan kepengurusan DPD I Golkar Sulsel.
“Ini adalah luapan kekecewan ketiga formatur itu. Saya ingin bagaimana terwujud struktur kepengurusan ideal,” katanya.
“Sesuai saran DPP agar anggota fraksi difungsikan, atau dioptimalisasikan. Tentu saya masukkan dalam kepengurusan,” Taufan.
Bukan hanya itu, Taufan juga merasa tidak nyaman lantaran ketiga formatur tersebut masih mengkait-kaitkan nama Nurdin Halid.
“Jangan masa lalu kemudian menjadi beban bagi saya menata masa depan Golkar. Formatur hanya sebatas saran, tidak lebih dari itu,” Taufan.
Taufan pun mengakui lima formatur sudah melakukan rapat bersama di Jakarta. Namun, tiga formatur tersebut tetap menolak hasil rapat tersebut.
“Sudah rapat bersama, dan saya menyodorkan nama struktur, namun mereka menolak beberapa nama, termasuk nama anggota Fraksi yang masuk dalam struktur, serta beberapa nama untuk mengisi jabatan yang mereka tawarkan,” jelasnya.
“Mereka balik ke Makassar tidak bilang-bilang. Padahal kami hanya tunda, besoknya akan dilanjutkan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
