Disabilitas PP BRSPDF Tetap Semangat Belajar di Tengah Wabah Corona

Penerima Pelayanan (PP) di dalam Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar tetap tekun dan bersemangat belajar serta mengikuti layanan keterampilan.
Penerima Pelayanan (PP) di dalam Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar tetap tekun dan bersemangat belajar serta mengikuti layanan keterampilan.

Terkini.id, Makassar – Meski di tengah merebaknya wabah Covid-19 atau yang dikenal dengan virus Corona, penyandang disabilitas fisik yang menjadi Penerima Pelayanan (PP) di dalam Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar tetap tekun dan bersemangat belajar serta mengikuti layanan keterampilan.

Saat ini, untuk pelaksanaan layanan keterampilan itu sendiri dilakukan di masing-masing asrama, mengingat selama kebijakan lockdown, akses untuk penggunaan ruang keterampilan sementara dihentikan.

Hal ini ditempuh untuk menjaga Social dan Pshycal Distance tetap dipatuhi oleh para penerima pelayanan.

Secara teknis, pemberian materi layanan keterampilan dilakukan melalui video call antara penerima pelayanan dengan instrukturnya masing-masing.

“Sebenarnya untuk layanan rehabilitasi sosial di dalam Balai sementara ini dihentikan, hanya untuk menjaga agar anak-anak tidak bosan, maka dipersilahkan para instruktur keterampilan untuk memberikan layanan keterampilan, baik secara teori maupun prakteknya dengan memanfaatkan teknologi informasi  yang ada,”beber Kepala BRSPDF Wirajaya, Syaiful Samad.

 Disabilitas PP BRSPDF Tetap Semangat Belajar di Tengah Wabah Corona

Disabilitas PP BRSPDF Tetap Semangat Belajar di Tengah Wabah Corona
Baca juga:

Seorang instruktur penjahitan wanita, Asnia mengatakan untuk hari ini, khususnya untuk keterampilan penjahitan, baik penjahitan pria dan wanita, selain belajar teori, para penyandang disabilitas juga diajari secara teknis tentang cara merubah pola kecil. Hal ini dibenarkan pula oleh Sitti Saenab instruktur penjahitan Pria.

Untuk teorinya tinggal dikirim ke masing-masing WhatsApp milik anak-anak untuk dibaca dan dipelajari terlebih dahulu. Sementara untuk prakteknya dilakukan melalui video call.

“Jadi pelaksanaan prakteknya bisa langsung interaktif, begitu ada yang kurang dipahami dalam pelaksanaannya, maka bisa langsung video call instrukturnya untuk mendapatkan penjelasan teknis secara langsung,”terang Asnia.

Komentar

Rekomendasi

Masa Darurat Covid-19, Kemendikbud Dorong Pemda Terapkan PPDB Daring

Pushidrosal Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem di Perairan Samudera Hindia

Mobil Bantuan BNPB Dialihkan ke Luar Surabaya, Risma: Kalau Mau Boikot Jangan Gitu Caranya

Nihil Kasus Baru Corona, Gubernur Kalbar Izinkan Warga Salat Berjamaah di Masjid

Gegara Video Polisi Siksa Pria Kulit Hitam hingga Tewas, Warga Amerika Rusuh

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar