Terkini.id, Makassar – Ribuan selebaran berisi kampanye hitam terhadap pasangan Moh. Ramdhan Pomanto-Fatmawati rusdi beredar di Kota Makassar.
Tim hukum pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar tersebut pun tak tinggal diam. Mereka melaporkan kasus tersebut di Mapolrestabes Makassar.
Sekretaris Tim Hukum Danny-Fatma Beni Iskandar mengatakan upaya pembagian selebaran berisi fitnah dan pencemaran nama baik dapat merugikan secara materiil dan immateriil bagi pasangan kandidat Danny-Fatma.
Dalam selebaran tersebut tertulis: Saatnya Gorontalo Kembali Memimpin.
“Tujuan kami ke Mapolrestabes Makassar untuk mendesak polisi memberikan perlindungan hukum, sesuai amanat konstitusi Pasal 28D ayat 1 UUD 1945, bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil, serta perlakuan hukum yang sama di hadapan hukum,” ungkap Beni, Jumat, 4 Desember 2020.
- PT Kalla Inti Karsa Borong Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026
- Wali Kota Makassar: Sensus Ekonomi 2026 Kompas Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Makassar
- Great World Circus 2 On Ice Kembali Hadir di Makassar, Hadirkan Sensasi Musim Dingin dan Atraksi Kelas Dunia
- Kampanyekan #Cari_Aman, Asmo Sulsel Ajak Pengguna PCX160 Nikmati Wisata Alam Bersama Keluarga
- Melalui Nobar Piala Dunia, Polsek Arungkeke Merajut Kebersamaan Dengan Warga
Beni menyebut, selebaran tersebut ditemukan disimpan pihak tertentu di halaman masjid dan pos ronda kompleks Permata Sudiang, Kec. Biringkanaya.
“Aksi pembagian brosur berbau SARA dan fitnah ini melanggar Pasal 310 ayat 1 dan Pasal 311 KUHP, UU No 40 Tahun 2008, dan Pasal 69 UU No 8 Tahun 2015,” pungkas Beni.
Sementara menurut juru bicara Danny-Fatma, Indira Mulyasari, brosur tersebut sangat provokatif karena mengumbar pesan diskriminatif antar suku yang telah lama hidup harmonis di Kota Makassar.
Ia menilai upaya tersebut merupakan cara culas yang dihembuskan lawan Danny-Fatma karena tidak mampu bersaing secara sehat dalam Pilwalkot Makassar.
“Dikesankan bahwa yang buat brosur itu adalah Pak Danny Pomanto. Perlu saya sampaikan bahwa hal itu adalah fitnah, bukan pihak Adama atau pihak Pak Danny yang buat,” kata dia.
“Hal itu dibuat tim paslon lain yang hari ini merasa survei elektabilitasnya sudah mengalahkan ADAMA'” tutup politisi Nasdem ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
