Terkini.id, Jakarta – Penyidik KPK yang merupakan korban penyiraman air keras, Novel Baswedan melewati rangkaian operasi dan perawatan untuk bisa sembuh.
Namun, kini dokter di Singapura menyatakan mata kiri Novel Baswedan tersebut sudah tak tertolong
“Dari serangkaian pemeriksaan Bang Novel di Singapura kemarin, mata kirinya divonis dokter tidak tertolong lagi,” kata pengacara Novel, Saor Siagian, dikutip dari tempo.co, Jumat 7 Februari 2020.
Saor mengungkapkan, apabila terjadi pembengkakan lagi, maka mata kiri Novel harus diangkat. Memburuknya kondisi mata ini disebabkan oleh infeksi. Namun, penyebab infeksi masih belum jelas. “Mohon doanya rekan-rekan,” terang dia.
Kedua mata Novel rusak lantaran disiram air keras di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. Mata kirinya mengalami kerusakan yang paling parah.
- Ribuan Alumni Perikanan Unhas Siap Berkumpul, Diramaikan Pameran UMKM
- Sensasi Bersantap di Ketinggian, Dome Baru Hyatt Place Makassar Tawarkan Pengalaman Premium
- Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
Sudah beberapa kali Novel mesti menjalani operasi di Singapura. Laporan medis Novel dari Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura, pada 26 Mei 2017, mencatat bahwa Novel pertama kali datang ke klinik itu pada 12 April 2017. Saat itu, Novel dipindahkan setelah menjalani perawatan karena cedera kimia asam sulfat di Jakarta Eye Centre pada 11 April, pukul 5 pagi.
Laporan medis tersebut juga menuliskan ada luka bakar ringan sampai sedang pada wajah dan kelopak mata yang telah dirawat. Cedera kimiawi melibatkan kedua mata. “Ketajaman visualnya masing-masing adalah 6/24 dan 6/15 pada mata kanan dan kiri,” tulis laporan medis itu.
Laporan pemeriksaan mata kiri menyebut ada permasalahan 90 persen di bagian jaringan atas para epitel batas kornea yang hilang. Kerusakan di mata penyidik KPK ini karena adanya iskemik (terhambatnya aliran darah pada pembuluh darah mata yang mengakibatkan kematian jaringan) di limbal (batas warna pada kornea) yang terjadi pada mata kiri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
