Penempatan tersebut dapat dilakukan di sektor formal maupun melalui pengembangan usaha di sektor informal.
Syamsuddin menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama ini juga meliputi sosialisasi dan rekrutmen calon peserta pelatihan hingga pendampingan pascapelatihan.
“Selain memperoleh legalitas dan sertifikasi kompetensi, kerja sama ini juga menjadi ruang sosialisasi dan rekrutmen calon peserta pelatihan. Nantinya, lulusan pelatihan akan difasilitasi untuk penempatan kerja di sektor formal serta mendapatkan pendampingan dalam pemberdayaan kelompok usaha bersama bagi yang bergerak di sektor informal,” jelasnya.
Optimalkan Program Pemberdayaan
Sementara itu, Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin, menyambut baik kerja sama ini dan berharap sinergi antara kedua lembaga dapat mengoptimalkan pelaksanaan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas dan warga rentan.
Ia menilai pelatihan vokasi yang disertai sertifikasi kompetensi menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang kerja serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
- YBM PLN UID Sulselrabar Resmikan Griya Singgah Pasien Makassar, Ada Hunian Gratis bagi Pasien Dhuafa dan Keluarganya
- Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Dukung Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat
- YBM PLN UID Sulselrabar Gelar Khitanan Massal dan Berbagi Kado Anak Yatim Dhuafa
- DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Festival Kuliner Mustika Rasa, Rudy P Goni: Nasi Goreng Simbol Persatuan Bangsa
- Digelar 9 Agustus, erafone Run Makassar 2026 Target 3.000 Peserta
“Dengan adanya kerja sama ini diharapkan pelaksanaan program pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi dapat semakin optimal sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi peserta,” katanya.
Hadirkan Pelatihan Berbasis Keterampilan
Pada kegiatan penandatanganan tersebut turut hadir Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Vokasional Sentra Wirajaya Makassar, Wahidin, yang mendampingi Kepala Sentra Wirajaya Makassar.
Kerja sama antara Sentra Wirajaya Makassar dan BPVP Pangkep ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pelatihan vokasi berbasis keterampilan, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas dan masyarakat rentan di Sulawesi Selatan.
Melalui sinergi lintas kementerian ini, pemerintah berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
