Terkini, Makassar — Di tengah padatnya kawasan perkotaan dan semakin terbatasnya lahan pertanian, konsep urban farming menjadi harapan baru bagi masyarakat kota untuk tetap mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Hal inilah yang menjadi fokus dalam rapat koordinasi pengembangan urban farming yang digelar di Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Camat Bontoala dan dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si, bersama para lurah se-Kecamatan Bontoala. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi sekaligus konsolidasi program untuk mendorong pemanfaatan lahan terbatas di kawasan perkotaan agar tetap produktif.
Di tengah dinamika kehidupan kota, urban farming dipandang sebagai solusi yang tidak hanya menghadirkan sumber pangan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Pekarangan rumah, lorong-lorong permukiman, hingga lahan kosong berpotensi diubah menjadi kebun kecil yang menghasilkan sayuran segar bagi keluarga.
- Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
Kepala DPP Kota Makassar, Aulia Arsyad, menegaskan bahwa pengembangan urban farming harus dimulai dari kesadaran bersama untuk memanfaatkan ruang yang ada secara kreatif dan produktif.
“Urban farming menjadi salah satu solusi bagi masyarakat perkotaan untuk tetap produktif memanfaatkan lahan terbatas. Dengan kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.
Menurut Aulia, pertanian perkotaan bukan sekadar menanam sayur di halaman rumah, tetapi juga bagian dari gerakan membangun kemandirian pangan keluarga.
Selain itu, kegiatan ini juga mampu memperkuat interaksi sosial warga, memperindah lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Melalui rapat koordinasi tersebut, berbagai strategi pengembangan urban farming turut dibahas, mulai dari pendampingan teknis bagi masyarakat, pemanfaatan lahan kosong, hingga penguatan peran kelurahan dalam mendorong gerakan menanam di lingkungan warga.
Pemerintah Kota Makassar berharap Kecamatan Bontoala dapat menjadi salah satu kawasan percontohan dalam pengembangan urban farming di kota ini.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat, urban farming diyakini mampu menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
