Dosen PNUP Serahkan Bantuan Alat Pencetak Batu Bata Untuk Warga Desa Kulo

PNUP
Dosen PNUP Serahkan Bantuan Alat Pencetak Batu Bata Untuk Warga Desa Kulo

Terkini.id, Sidrap – Dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menyerahkan alat bantu pencetak batu batu di Desa Kulo, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Senin-Selasa, 26-27 Agustus 2019.

Dosen PNUP ini mendapatkan pembiayaan pada tahun 2019 untuk melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (DRPM Kemenristekditki).

Dosen yang mendapatkan pendanaan tersebut diketuai oleh Dr. Eng. Abdul Kadir Muhammad, S.T., M.Eng., dengan anggota Dr. Eng. Arman, S.T., M.T., dan A. M. Anzarih, ST., M.T.

Dosen tersebut mendapatkan permasalahan utama yang dialami oleh pengrajin batu bata di Desa Kulo terkait dengan susahnya proses pembuatan adonan, pencetakan, dan pembakaran batu bata.

“Pengrajin batu bata selama ini dalam proses pembuatan adonan, dan pencetakan dilakukan secara tradisional dengan menggunakan alat yang sangat sederhana,” kata Abdul Kadir.

Oleh karena itu, kata dia, solusi yang ditawarkan tim PKM untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pengrajin tersebut yakni memperbaiki proses pembuatan adonan, dan pencetakan batu bata.

Pengrajin batu bata menyampaikan bahwa pembuatan batu bata terdiri dari lima proses yaitu pembuatan adonan, pencetakan, pengeringan, pembakaran, dan pendinginan.

“Agar proses pembakaran bernilai ekonomis, maka jumlah batu bata yang dibakar minimal 50.000 buah untuk sekali pembakaran. Bila cuaca cerah, untuk memperoleh batu bata tersebut dibutuhkan waktu kurang lebih 45 hari,” ujarnya.

Lanjut Abdul Kadir mengatakan, setelah tim PKM PNUP memberikan alat adonan dan pencetak bata tersebut disertai dengan prinsip kerja alat, mereka mengatakan alat ini tentu tidak mudah dioperasikan karena merupakan teknologi baru bagi mereka.

“Tapi secara umum alat ini akan memperbaiki sistem produksi yang digunakan dalam usaha/industri batu bata di tempat mereka,” terangnya.

Lebih khusus, kata Abdul Kadir, mereka mengatakan alat ini akan memudahkan proses pembuatan batu bata, menurunkan beban kerja pengrajin, meningkatkan kapasitas produksi, dan meningkatkan kualitas batu bata.

Citizen Reporter: Arman ST, MT

Komentar

Rekomendasi

Hadir di Unifa, Deng Ical Ajak Mahasiswa Kenali Potensi Diri

Hikmah, petani muda jebolan Polbangtan Gowa manfaatkan jerami fermentasi untuk usaha dan membantu peternak di Polewali Mandar

Dosen Unismuh Makassar Bina Perempuan Nelayan di Barombong

Bengkel Bisnis ‘Expressio’ FEB Universitas Atma Jaya Makassar Resmi Beroperasi

Kuliah umum di Polbangtan Gowa, Dr. Eymal bahas “Revolusi Belajar XXI”

Sambut Kegiatan Planoface, HMPWK Unibos Makassar Gelar Aksi Donor Darah

Planoface Volume 3 Universitas Bosowa Dibuka Hari Ini

15 siswa SMK magang produktif di Polbangtan Gowa

Bahas Perkembangan Ilmu Bedah Mulut, FKG Unhas Gelar Pertemuan Dokter Gigi Indonesia

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar