Terkini.id, Jakarta – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan pihaknya akan kembali menjadwalkan rapat paripurna interpelasi penyelenggaraan Formula E.
Walaupun pembangunan sirkuit sudah rampung, Pras tetap ingin meminta Gubernur Anies Baswedan untuk menjelaskan perhelatan balap mobil listrik itu kepada publik.
Melihat waktu yang mepet karena ada agenda rapat lain, Pras menjadwalkan interpelasi tersebut setelah Lebaran.
“Habis lebaran ya. Kalau sekarang kan mepet waktunya,” kata Pras kepada wartawan seperti ditulis CNN Indonesia, Senin, 18 April 2022.
Kata dia, proses rapat paripurna interpelasi Formula E pada 28 September 2021 belum selesai. Ia hanya menskors rapat tersebut, yang berarti bisa saja kembali dibuka kapan pun.
- Anies Baswedan Enggan Tanggapi Soal Rencana Pemindahan Sirkuit Balapan Formula E
- Heru Budi Tidak Permasalahkan JIka JakPro dan Ancol Gelar Formula E Tahun Depan
- Tanggapan Anies Baswedan Soal 'Kekuatan Tangan Tak Terlihat' di Kasus Formula E yang Menjeratnya
- KPK Berubah Sikap Tak Jadi Buka-Bukaan Kasus Formula E Anies Baswedan, Ada Apa?
- Anies Baswedan Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Formula E, Berikut Klarifikasi KPK
“Iya di Bamus diagendakan dulu. Pokoknya mengikuti jadwal libur aja. Setelah 9 Mei ya, di atas tanggal 9 Mei,” kata politikus PDIP itu.
Sementara itu, pembangunan aspal lintasan Formula E sepanjang 2,4 kilometer sudah rampung pada Minggu, 10 April 2022. Sirkuit masih harus dilengkapi fasilitas pendukung lainnya.
Memang, VP Communication Organizing Committee Formula E Jakarta Iman Sjafei mengaku penyelesaian seluruh pembangunan arena Formula E rampung belum bisa dipastikan.
“Soal estimasi, saya belum bisa kasih kepastian kapan. Yang pasti sih enggak akan terlalu mepet sama penyelenggaraan,” ujar Iman saat dihubungi JPNN, Selasa, 12 April 2022.
Disebutkan Iman saat itu, secara keseluruhan, pembangunan arena Formula E sudah 80 persen pada pekan lalunya.
Terkait interpelasi yang dilakukan DPRD DKI, Pras mengatakan bahwa dana APBD yang telah digelontorkan untuk ajang balap itu cukup fantastis, yakni Rp560 miliar untuk pembayaran commitment fee.
Dan interpelasi itu pun kembali mencuat setelah Pras dinyatakan tak melanggar kode etik DPRD DKI terkait penetapan sidang paripurna soal kejelasan penyelenggaraan Formula E tersebut.
Menurut Pras hak interpelasi Formula E yang digulirkan 33 anggota DPRD dari dua fraksi sudah sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu respons lain datang dari Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta yang menolak keras interpelasi Formula E kembali dilanjutkan. Karena, masih banyak pekerjaan rumah yang lebih penting ketimbang interpelasi.
“Golkar tetap menolak karena masih banyak hal lain yang lebih penting,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco saat dihubungi Detikcom belum lama ini.
“Mau apa lagi, sih? Kurang kerjaan apa? (Seperti) nggak ada hal yang lebih penting dari interpelasi,” kata Basri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
