Masuk

KPK Berubah Sikap Tak Jadi Buka-Bukaan Kasus Formula E Anies Baswedan, Ada Apa?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Perubahan sikap KPK menjadi sorotan publik soal buka-bukaan kasus Formula E.

Sebelumnya, diketahui dalam banyak pemberitaan, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan KPK sedang mempertimbangkan untuk membuka penyelidikan Formula E ke publik. Agar tidak dicurigai melakukan kriminalisasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Namun, perkataan Wakil Ketua KPK tersebut dikoreksi oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto. Ia mengatakan KPK tidak akan membuka hasil penyelidikan ke publik.

Baca Juga: Soal Politik Identitas, PKB: Sedang Dibuat Pembusukan Kepada Anies Baswedan

“Kalau kami membuka-buka itu tidak tepat juga. Nanti setiap orang yang ini, ini, ini, oh ini yang kemarin ini padahal dia sifatnya… Kadang-kadang ada yang diminta datang juga, dia tak paham, ya kembali lagi. Mungkin dia punya data. Informasi apa. Dikaitkan dengan hal-hal yang sedang dicari.” Kata Karyoto, Selasa 4 Oktober 2022.

Karyoto menegaskan bahwa Formula E masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada tersangka yang ditetapkan KPK. Jenderal polisi berbintang dua tersebut juga menjelaskan bahwa setiap orang yang memberikan keterangan di proses penyelidikan belum dapat dikategorikan sebagai saksi.

“Karena masih keterangan yang sifatnya konfirmasi atau klarifikasi. Terhadap apa yang sedang dilakukan dan ingin dibuat terang oleh para penyelidik KPK,” ungkapnya.

Baca Juga: Mahfud MD Beri Komentar Terkait Kunjungannya ke Semarang Bertemu Ganjar Pranowo

Publik banyak menyoroti dengan dugaan “mencurigakan” bahkan sebelumnya pun KPK disebut paksakan Anies Baswedan jadi tersangka.

Karena, disinyalir Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya memberi penekanan terhadap satuan tugas (satgas) penyelidik agar secepatnya menaikkan status penanganan Formula E ke tahap penyidikan.

Diduga terdapat keinginan untuk menetapkan Anies Baswedan sebagai tersangka sebelum partai politik, melaju deklarasikan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi calon presiden 2024. Akan tetapi, sekarang, hal tersebut tidak terjadi sebab Anies sudah dideklarasikan Partai NasDem sebagai capres 2024.

Sementara dalam pertimbangan penetapan tersangka tersebut bermodalkan atas pendapat ahli hukum yang telah menilai kasus Formula E adalah pelanggaran tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Pandangan Surya Paloh: Anies Baswedan Akan Pimpin Indonesia dengan Sangat Baik

“Firli meminta agar Anies segera ditetapkan sebagai tersangka sebelum partai politik mendeklarasikannya sebagai calon presiden,” kata sumber dari unsur penegak hukum dikutip Terkini.id dari Tempo.

Rabu, 28 September 2022, Firli yang memimpin forum dalam gelar perkara atau ekspose berupaya untuk memberi keyakinan para peserta ekspose baik satgas penyelidik, tim penyidik, ataupun tim penuntut.

Firli juga disebut ikut mengingatkan bahwa KPK memiliki kewenangan untuk menghentikan penyidikan (SP3) sesuai Pasal 40 UU KPK ketika tim penyidik tidak mendapatkan bukti yang kuat.

Usulan Firli tersebut disetujui pimpinan KPK yang lain seperti Alexander Marwata dan Deputi Penindakan serta Eksekusi Karyoto.

Terdapat beberapa catatan dalam Ekspose tersebut, seperti KPK akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit kerugian keuangan negara dalam penyelenggaraan Formula E di Jakarta. Disebut-sebut juga Firli yang telah melobi langsung Ketua BPK.