Masuk

DPRD Makassar Tagih Komitmen Kelanjutan Pembangunan RS Jumpandang Baru

Komentar

Terkini.id, Makassar – Sejumlah pihak terus mendesak pembangunan RS Jumpandang Baru yang tak kunjung tuntas. DPRD Kota Makassar terus menagih komitmen pemerintah kota untuk menuntaskan proyek tersebut.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Kasrudi menerangkan, penganggaran RS tersebut sudah dipertanyakan ke Dinas Kesehatan. 

Pihaknya telah meminta agar anggaran yang dicantumkan dalam pokok 2022 itu digunakan di sisa masa anggaran ini.

Baca Juga: Anggota DPRD Makassar Ari Ashari Gelar Sosialisasi Perda Tentang PDAM

“Sudah, kita minta dan akan tetap dianggarkan di Perubahan ini,” ujar Kasrudi, Minggu, 18 September 2022.

Meski sudah beberapa tahun terakhir tak kunjung dikerjakan, legislator Gerindra ini tetap optimis pengerjaannya bisa jalan di sisa masa anggaran.

Pasalnya, keberadaan RS ini menjadi prioritas kota, sehingga tidak bisa disepelekan oleh pemerintah.

Baca Juga: Hadiri Reuni SMPN 36 Makassar, Ketua DPRD Rudianto Lallo Usulkan Pembangunan Pagar Sekolah

“Itu dua lantai gedung, mereka juga optimis ji. Yang jelas kami anggarkan lagi, supaya ini terpakai, nda lamban lagi,” tegasnya.

Hal ini akan ditinjau kembali oleh DPRD jika pembangunan dua lantai itu kembali tak jalan.

“Kita akan pertanyakan lagi nanti, yang jelas dewan sudah tetap anggaran harus tetap ada, supaya mereka kerjakan,” tandasnya.

Pemerintah Kota Makassar mengajukan kembali pembangunan RS Jumpandang Baru di Perubahan 2022 ini. Totalnya mencapai Rp9,3 milliar. Itu untuk menganulir dua lantai interior gedung tersebut.

Baca Juga: Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo Hadiri Jalan Sehat SMPN 36 Makassar

Kepala Bidang Layanan Kesehatan, dr Andri Arwan Zainuddin mengatakan pihaknya belum bisa memastikan pengerjaan di Perubahan 2022.

Pihaknya masih menunggu hasil review DED untuk menentukan bagian mana yang bisa dikerjakan di sisa masa anggaran ini.

“Lantai satu, dua, dan lanscape masih akan dilihat berapa waktu yang dibutuhkan, kalau mepet, kita tetap melelang tetapi hanya pekerjaan tertentu yang dibangun supaya bisa tetap terpakai, meski tak maksimal sampai Rp9,3 milliar,” ujarnya.

Dia mengatakan lelang tender dan pengerjaan yang lamban lantaran adanya kendala pada Pejabat PPK yang dilantik pada bulan enam. 

Setelahnya kembali ada masalah pada tim teknis yang belum ada. 

“Baru ada di bulan delapan, nah ternyata setelah diasistensi lagi, ada lagi masalah di dokumen anggaran (DPA), setelah asistensi sudah dilakukan perbaikan,” tuturnya.

Hasil review DED tersebut juga akan menampilkan berapa lama total untuk merampungkan keseluruhan RS, sehingga ini juga akan menganulir pengerjaan di tahun berikutnya. 

Dia megklaim RS tersebut akan dilelang dalam waktu dekat. Kemudian pengerjaan dua lantai itu tidak akan melewati masa anggaran 2022.