DPRD Sulsel: Pasien Covid-19 Banyak Berkeliaran, Dokter-dokter Keluhkan APD

Muzayyin Arif.

Terkini.id, Makassar – Anggota DPRD menyoroti masih lambannya langkah pemerintah Provinsi Sulsel dalam menangani penyebaran wabah corona covid-19.

Muzayyin Arif, Wakil Ketua DPRD Sulsel menyampaikan beberapa fakta di lapangan yang belum banyak diketahui dan diungkapkan pemerintah Provinsi Sulsel.

Fakta terssbut seperti para dokter yang masih mengeluhkan minimnya perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) hingga masih adanya OPD maupun PDP yang berkeliaran di saat tes rapid maupun swab corona masih belum masif dilakukan.

Muzayyin menjelaskan, saat ini, seluruh anggota DPRD sedang turun mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol pengendalian Covid 19 dan juga sedikit membantu meringankan dampak ekonomi mereka.

“Ada persoalan serius yang kami temui di masyarakat, banyak pertanyaan yang masyarakat ajukan. Terkait kesiapan pemerintah Sulsel menangani covid 19 ini,” terangnya.

Baca juga:

Seperti diketahui Provinsi Sulawesi Selatan saat ini dinyatakan salah satu daerah yang masuk dalam zona merah

Itu berarti terus bertambah warga Sulsel yang positif Covid-19 atau virus Corona. Setiap hari warga kita yang terinfeksi covid terus bertambah.

Jika tidak ada pengendalian serius, Maka diprediksi jumlah yang terinfeksi akan terus bertambah.

“Nah, saya melihat, ini sejalan dengan hasil pemodelan penyebaran covid 19 yang dilakukan FKM UNHAS, MIPA UNHAS baru-baru ini.

Tanpa ada intervensi (base line) perkiraan jumlah kasus positive di Sulsel adalah 143.390 Orang, yang butuh Masuk Rumah Sakit 28.678 orang dan Perkiraan jumlah yang memerlukan penanganan intensive: 5

.736 orang,” terangnya.

Bagaimana kita merespon hasil riset tersebut? Apakah tim kesehatan Sulsel kita bisa menangani pasien dalam jumah banyak? Bagaimana kesiapan Rumah Sakit Sayang Rakyat? Bagaimana kesiapan Dokter dan Perawatnya, Termasuk APD yang diperlukan dalam penanganan pasien? Itu menjadi pertanyaan yang diajukan Muzayyin.

Disisi lain, kata dia, Sulsel sebagai zona merah -upaya pengendalian arus keluar masuk orang di daerah kita sebagai upaya preventif nampaknya tidak terjadi dengan baik.

“Saya menyarankan penanganan di bandara dan pelabuhan harus lebih ketat. ada protap yg membatasi pergerakan orang.

kalau perlu, kita minta kementrian perhubungan menutup sementara bandara untuk penumpang umum.

“Saya ditanya oleh warga, terkait ketersediaan alat test (rapid dan swab) apa langkah nyata kita. Sebab saat ini banyak ODP atau PDP yang terus berkeliaran. Termasuk mereka yang terinfeksi tanpa gejala. Apakah kita bisa mengadakan rapid tes massal?

“Terkait APD. Dokter dokter di beberapa rumah sakit yang kami temui mengeluh. Mereka takut memeriksa pasien yang napak gejala Covid karena APD yang terbatas. Seringkali jadinya pakai jas Hujan.

Saat ini banyak UMKM konvenksi sekrang produksi lokal APD, apakah kita bisa berdayakan secara maksimal?

Sebagai contoh, dengan dana swadaya- Para ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Allepolea, Kec. Lau, Kab Maros, membuat masker untuk dibagikan ke rumah sakit, Mereka juga mampu merancang dan menjahit alat pelindung diri (APD) atau Hazmat untuk dipakai tim medis yang menangani pasien dalam pengawasan maupun pasien positif Covid-19. Ibu ibu ini akan membuat 800 baju APD dari kain berstandar medis jenis spunbond, bahan dasar pembuatan hazmat.

jadi, ibu-ibu penggiat UKM jahit rupanya bisa mengupayakan hal tersebut, apalagi kalau ada industri yang lebih besar melakukan hal serupa.

Kemudian terkait arahan penggunaan masker, perlu kiranyan penegasan ke pemerintah daerah agar selain memerintahkan masyarakatnya menggunakan masker juga mengalokasikan APBDnya untuk pengadaan masker bagi seluruh warga,” jelas Muzayyin melalui rilisnya.

Komentar

Rekomendasi

Pasien Covid-19 di Kabupaten Akan Dirujuk ke Makassar

Update 29 Mei Pasien Corona Covid-19 di Sulsel

TP PKK Sulsel Inisiasi Program Pengembangan Talas dan Budidaya Tanaman Pangan di GOR Sudiang

Gubernur Siapkan Pesawat Hercules Jemput TKI Asal Sulsel di Kalimantan Barat

Gubernur Sulsel Tegaskan Mal Ditutup

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar