Dua Postingannya Dinilai Hoax, Tengku Zulkarnain Dua Kali Dipolisikan

Ustaz Tengku Zulkarnain.(republika)

Terkini.id, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustaz Tengku Zulkarnain kini sudah dua kali dipolisikan gara-gara cuitan di Twitter.

Salah satu cuitan Tengku Zul yang berujung dipolisikan adalah terkait ‘7 kontainer surat suara yang tercoblos’.

Tengku Zul dilaporkan oleh relawan Jokowi Mania (Jo-Man) atas tuduhan menyebarkan berita bohong.

Relawan Jo-Man menyertakan screenshot cuitan Zulkarnain dalam akun Twitter @ustadtengkuzul sebagai barang bukti.

Cuitan tersebut sudah dihapus Tengku Zul.

Menarik untuk Anda:

Berikut cuitannya:

7 kontainer surat suara Pemilu yang didatangkan dari China sudah tercoblos untuk pasangan nomor 01? (Menyebut salah satu stasiun TV, red). Nampaknya Pemilu sudah dirancang untuk curang? Kalau ngebet banget apa tidak sebaiknya buat surat suara permohonan agar capres yang lain mengundurkan diri saja? Siapa tahu mau.

Tengku Zul sendiri siap memenuhi panggilan polisi jika laporan Jokowi Mania diproses.

Dia siap menjelaskan maksud tweet dia yang dianggap menyebarkan hoax tersebut.

“Nggak apa-apa, saya hadapi saja. Saya kan, artinya ada alamat, bukan akun palsu. Saya kapan ada panggilan, saya hadapi. Saya heran saja, kalau kita yang melapor, kok mereka-mereka nggak diproses. Ade Armando, Abu Janda, dilaporkan kok nggak diproses. Kok kita cepat banget,” ujar Tengku Zul, Jumat 4 Januari 2018 seperti dilansir detikcom.

Cuitan Tengku Zul lain yang dianggap melanggar hukum adalah tentang foto kampanye Heriandi yang menggunakan aksara mandarin.

Tengkul Zul dilaporkan oleh Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Heriandi Lim.

Heriandi menunjukkan cuitan Tengku Zulkarnain pada 2 Januari 2019 yang saat ini sudah tidak ada lagi di akun Twitternya. Berikut bunyi cuitan tersebut:

Ini adalah Lembar Kampanye Calon Legislatif. Pertanyaannya, dari Negara Manakah Para Caleg Ini…? Jika iIni Benar Lembar Kampanye dari NKRI, bagaimana Perasaan Anda Semua…? Senang kah…? Atau jengkel…? Monggo…

Heriandi pun menjelaskan aksara mandarin di poster kampanyenya merupakan nama Tionghoanya sendiri.

Alasan dia menggunakan aksara mandarin untuk menarik suara konstituennya yang kebanyakan merupakan Tionghoa.

Heriandi pun mempolisikan Tengku Zulkarnain lantaran dirasa telah mencemarkan nama baiknya dan menyebarkan ujaran kebencian.
Dia mengaku sempat diperingatakan agar tidak melapor namun akhirnya tetap memilih datang ke Bareskrim agar Tengku Zulkarnain jera.

Tengku Zul kembali menanggapi santai mengenai pelaporannya. Dia mempersilakan saja Heriandi untuk menyampaikan pengaduan ke polisi.

“Nggak ada tanggapan. Silakan ngadu. Nggak ada tanggapan. Silakan saja,” kata Tengku Zulkarnain, Minggu 6 Januari 2018.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Gali Lubang Pakai Obeng, WNA Terpidana Mati Kabur dari Lapas Tangerang

Kekeringan Mengancam Para Petani di Sejumlah Daerah, Mentan Ajak Ikut Asuransi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar