Masuk

Dugaan Bisnis PCR, Bahlil Lahadalia: Tolong Letakkan Kepentingan Negara di Atas Segala-Galanya

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Luhut Binsar Pandjaitan yang disebut-sebut terlibat dalam melakukan bisnis tes PCR hingga dikaitkan dengan perusahaan penyedia alat tes PCR, yaitu GSI Lab yang berada di bawah PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Menanggapi tudingan tersebut, Bahlil Lahadalia Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan permalasahan PCR tersebut saat menggelar konferensi pers virtual.

Dalam kesempatan itulah, Bahlil menyebutkan paham terkait permasalahan PCR ini. Dia meminta kepada publik untuk tidak memperpanjang pembahasan mengenai bisnis PCR.

Baca Juga: Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan

“Persoalan COVID ini nggak gampang loh. Di satu sisi kita harus mengerjakan COVID turun, di satu sisi kita harus membuat ekonomi tumbuh. Sudahlah saya mengerti persoalan PCR-PCR itu, sudahlah jangan terlalu lama, jangan terlalu berepisode terus lah, udah selesai itu,” tutur Bahlil.

Ia juga mengatakan, negara lain mengakui dan mengapresiasi penanganan COVID-19 di Indonesia. Oleh sebab itu seharusnya ada apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut andil dalam penanganan pandemi di dalam negeri.

“Kita harus memberikan apresiasi kepada seluruh yang mengambil ikut bagian dalam penyelesaian COVID. Ini negara lain itu sangat mengakui penanganan COVID di Indonesia. Saya tahu, saya mengerti betul abang-abang saya dengan dinamika yang terjadi ini, tapi tolong mari kita letakkan kepentingan negara di atas segala-galanya,” sambung Bahlil.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan Angkat Bicara Soal Pencabutan PPKM

Menurutnya, yang penting saat ini adalah bagaimana Indonesia menatap masa depan yang lebih baik lagi. Dilansir dari CNN. Kamis, 11 November 2021.

“Yang penting adalah bagaimana kita menatap masa depan lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, di mana sebelumnya, Luhut sempat buka-bukaan terkait dugaan keterlibatannya dalam bisnis PCR. Ia menegaskan dirinya tidak pernah mengambil untung dari bisnis tersebut.

“Saya ingin menegaskan beberapa hal lewat tulisan ini. Pertama, saya tidak pernah sedikit pun mengambil keuntungan pribadi dari bisnis yang dijalankan PT Genomik Solidaritas Indonesia,” kata Luhut dalam story Instagram miliknya, beberapa hari lalu.

Baca Juga: Luhut Sarankan KPK Jangan OTT Terus, Susi Pudjiastuti Pasang Emoticon Kasihan

Luhut menjelaskan pada awal pandemi COVID-19 Indonesia masih terkendala dalam hal penyediaan tes COVID-19 untuk masyarakat. Dia bilang GSI tujuannya bukan untuk mencari keuntungan bagi para pemegang saham, sesuai namanya ini adalah kewirausahaan sosial sehingga tidak bisa sepenuhnya diberikan secara gratis.

“Partisipasi yang diberikan melalui Toba Bumi Energi merupakan wujud bantuan yang diinisiasi oleh rekan-rekan saya dari Grup Indika, Adaro, Northstar, dan lain-lain untuk membantu penyediaan fasilitas tes COVID-19 dengan kapasitas yang besar. Bantuan melalui perusahaan tersebut merupakan upaya keterbukaan yang dilakukan sejak awal,” pungkas Luhut.

Lanjut “Kenapa bukan menggunakan nama yayasan? Karena memang bantuan yang tersedia adanya dari perusahaan. Dan memang tidak ada yang kita sembunyikan di situ,” tambahnya.

Luhut menjelaskan, saat dirinya mewajibkan aturan PCR, itu karena dia melihat adanya peningkatan risiko penularan akibat peningkatan mobilitas di Jawa-Bali dan penurunan disiplin protokol kesehatan.

“Pun ketika kasus menurun awal September lalu, saya juga yang meminta agar penggunaan antigen dapat diterapkan pada beberapa moda transportasi yang sebelumnya menggunakan PCR sebagai persyaratan utama,” imbuhnya.