Terkini, Makassar – Di balik deretan bus yang berhenti beroperasi, ada cerita para eks sopir Mamminasata yang merasa diperlakukan tidak adil. Mereka bukan hanya kehilangan pekerjaan, tetapi juga mempertanyakan praktik ketenagakerjaan yang dianggap penuh kejanggalan.
Salah satu yang mencuat adalah dugaan manipulasi gaji dan absennya laporan ke Dinas Ketenagakerjaan.
Zainal Nurdin, seorang mantan sopir, mengaku dirinya dan 19 rekannya menemukan indikasi selisih gaji yang tidak wajar. Selama bertahun-tahun bekerja, mereka tidak pernah menerima slip gaji.
Dugaan mereka, ada ketidaksesuaian antara yang dilaporkan oleh operator PT Sinar Jaya dan jumlah yang mereka terima.
“Slip gaji itu hak kami, tapi tidak pernah diberikan. Setelah kami telusuri, ternyata benar, ada selisih gaji,” ujar Zainal.
- Kelolaan Emas BSI Regional Makassar Tembus 163 Kilogram, Berat Transformasi Digital Bulion Bank
- Beasiswa Kalla 2026 Resmi Dibuka, Dukung Generasi Muda Indonesia dan Berdaya
- Dian Ayu Pratiwi Satria, Hadir di Tengah Warga Kalimporo, Reses Jadi Jembatan Aspirasi Nyata
- Lion Group Hadirkan Promo Cashback hingga Umrah lewat Event BookCabin Travel Fair
- Lewat Inovasi Digital, BNI Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
Sejumlah mantan sopir mendapatkan informasi dari pihak internal bahwa gaji mereka mungkin lebih rendah dari yang seharusnya dilaporkan.
“Kami mengonfirmasi dari berbagai sumber, dan temuan kami menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian pelaporan gaji,” tambah Zainal.
Kisruh di Balik Pengurangan Koridor
Kisruh ini bermula dari keputusan pengurangan jumlah koridor Teman Bus, yang berujung pada pemutusan kerja bagi puluhan sopir.
Para sopir yang terkena dampak, khususnya 20 orang yang menolak menerima kompensasi, menuntut lebih dari sekadar uang pesangon.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
