Terkini.id, Jakarta – Politisi senior, Fahri Hamzah mendukung Profesor Yusril Ihza Mahendra untuk mendampingi empat eks kader Partai Demokrat mengajukan Judicial Review (JR) atau uji materi terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat Tahun 2020 ke Mahkamah Agung (MA).
Dukungan Fahri Hamzah ini sekaligus bagian dalam upayanya menggaungkan demokratisasi partai politik (parpol).
Mantan politisi Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) itu mengatakan bahwa ia sendiri pernah menjadi korban AD/ART parpol produk UU Parpol yang ada cacat di dalamnyaatau setidaknya kurang sempurna.
“Maka saya bisa mengerti bahwa Prof Yusril Ihza Mahendra melakukan gugatan,” katanya melalui akun Twitter Fahrihamzah pada Jumat, 24 September 2021.
“Partai politik memang harus sadar perlunya Demokratisasi Parpol. Kita tidak punya pilihan!” sambungnya.
- Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Fahri Hamzah: Welcome To The Club!
- Sindir DPR, Fahri Hamzah: Masa Saya Terus yang Kritik Jokowi?
- Beredar Video Fahri Hamzah Sebut Anies Baswedan Nggak Berani Ngomong Ekstrim
- Fahri Duga Anies Gagal Maju Capres, Helmi Felis: Please, Jangan jadi Dukun!
- Soal 'Bandar Belum Deal' Fahri Hamzah Dapat Serangan Balik
Fahri Hamzah menekankan bahwa arpol yang telah melakukan kontrak dengan rakyat melalui Pemilu tidak selayaknya dibiarkan berjalan seperti entitas privat.
“Mereka harus terbuka pada publik seperti public company. Selama anda belum jual saham silahkan. Tapi begitu terima uang rakyat? Demokratisasi Parpol wajib!” katanya.
Selanjutnya, Fahri Hamzah menyebut bahwa jika partai politik menganggap “Demokratisasi Parpol” tidak penting, maka secara sistemik kita akan membiarkan demokrasi kita hancur berkeping.
Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu menegaskan, parpol adalah tulang punggung pengelolaan negara.
Maka, kata Fahri Hamzah, jika parpol hancur, maka itu sama saja bahwa tulang punggung pengelolaan negara hancur.
“Apa yang dilakukan Prof Yusril Ihza Mahendra bukanlah persoalan kecil. Beliau juga politisi yang masih memimpin parpol,” kata Fahri Hamzah.
“Dan saya tidak terlalu peduli kepentingan kecilnya, tapi kepentingan besar untuk Demokratisasi Parpol tidak bisa kita bantah. Argumennya terlalu kuat,” lanjutnya.
Terakhir, Fahri Hamzah mengatakan bahwa para politisi, selain berkepentingan dengan membaiknya iklim demokrasi, mereka juga ingin menjaga nama baik.
“Maka Demokratisasi Parpol adalah jalan menuju ke sana. Saya mendukung Prof Yusril semoga bisa memberikan pencerahan sebagaimana biasanya!” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
