Dunia Terbalik! Kasus Lin Che Wei tak Diolok-olok Buzzer, Buni Yani: UAS Lebih Hina daripada Koruptor

Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Ummat Buni Yani menyorot tajam babak baru kasus korupsi minyak goreng yang menjerat Lin Che Wei. Dia membandingkan dengan polemik Ustaz Abdul Somad di Singapura yang justru masih ramai dibahas publik.

Betapa tidak, Lin Che Wei yang jelas-jelas menjadi koruptor di Indonesia itu tidak mendapat respons keras dan justru kasus deportasi UAS di Singapura masih ramai menjadi bahan saling ejek.

Melihat keadaan itu, Buni Yani menilai publik khususnya para buzzer bahwa ulama seperti UAS lebih hina daripada koruptor seperti Lin Che Wei.

Baca Juga: Anies Disebut Tutup 12 Outlet Holywings Untuk Raih Dukungan Pilpres,...

“Buat buzzer, ulama seperti UAS lebih hina daripada koruptor. Standar nilai mereka memang selalu terbalik-balik,” kata Buni Yani dikutip Terkini.id dari Twitternya, Jumat, 20 Mei 2022.

“Numpang tanya, apa ada buzzer yang mengolok-olok Lin Che Wei yang sudah jadi tersangka korupsi?” tandas orang yang pernah melaporkan mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok sebagai penista agama itu.

Baca Juga: Denny Siregar Singgung Habib Rizieq: Manggil Rizieq Aja, Masak Disingkat...

Buni Yani yang juga seorang dosen dan peneliti itu merupakan salah satu tokoh yang prihatin melihat keadaan UAS saat mendapat masalah di Singapura. Ia mengaku heran mengapa negeri tetangga itu bisa menolak kedatangan UAS.

Ia pun menyoroti kasus koruptor yang kerap bersembunyi di Singapura, sementara UAS yang hanya datang berlibur bersama keluarganya tidak diperbolehkan masuk.

Seperti diketahui, UAS membenarkan bahwa dirinya telah dideportasi oleh Keimigrasian Singapura. Sebelum itu, ulama asal Sumatera Utara itu mengaku ditempatkan di sebuah ruangan yang seluas 1×2 meter.

Baca Juga: Denny Siregar Singgung Habib Rizieq: Manggil Rizieq Aja, Masak Disingkat...

“UAS di ruang 1×2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore,” kata Ustaz bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara itu lewat Instagramnya.

Diberitakan, Kementerian Dalam Negeri Singapura menjelaskan alasan penolakan UAS masuk ke wilayah negara itu karena ia dianggap proekstremisme dan bom bunuh diri.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” terang situs resmi Kemendagri Singapura.

“Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi ‘syahid’,” lanjut keterangan itu.

Bagikan