Eko Kuntadhi Bertanya, Lelaki Berdaster Celana Cingkrang Pakai Sandal Gunung Gerombolan Mana? Ferdinand: Taliban!

Terkini.id, Jakarta – Seperti diketahui, pada hari Minggu kemarin, 20 Juni 2021, tagar ‘Taliban’ sempat menjadi trending topic di media sosial Twitter.

Setelah terkini.id melakukan penelusuran, ternyata hal itu ada kaitannya dengan cuitan Eko yang mengomentari animasi Tanah Air, Nussa, yang dinilai mempromosikan pakaian khas Taliban.

Kontan saja cuitan Eko tersebut mengundang banyak reaksi netizen yang tampak geram dengan opininya.

Baca Juga: KPK Menahan Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul, Ferdinand: Anies...

Namun, seolah tak kapok dengan hujatan para netizen, baru-baru ini Eko Kuntadhi kembali menulis sesuatu yang serupa sembari mengunggah foto karakter Nussa.

Dalam cuitannya, Eko menyindir soal lelaki yang memakai pakaian daster, bercelana cingkrang, serta lengkap dengan sandal gunung hingga topi putih.

Baca Juga: Kritik Poster Ucapan Selamat Berbagai Partai, Ferdinand: Mengerdilkan Perjuangan Greysia...

“Lelaki pake daster. Celana cingkrang. Sendal gunung. Topi putih,” tulis Eko Kuntadhi, seperti dikutip terkini.id pada Senin, 21 Juni 2021, via Twitter.

Ia lantas bertanya kepada netizen apakah sekiranya pernah bertemu dengan orang yang berpakaian seperti itu dan jika pernah, ia menanyakan dari manakah gerangan asal gerombolan tersebut.

“Pernah ketemu sama orang yang pakaiannya seperti itu di sini? Dari gerombolan manakah mereka?” tanya Eko Kuntadhi.

Baca Juga: Donasi Rp2 T Akidi Tio Disebut Hanya Prank, Netizen: Kadrun...

“Coba aja perhatikan sekelilingmu …,” pungkasnya.

Sekali lagi, cuitan Eko kembali ramai oleh komentar para netizen dengan berbagai opini mereka.

Namun, salah satu komentar yang cukup menyita perhatian adalah milik mantan politisi Demokrat, yakni Ferdinand Hutahaean.

“Taliban,” jawab Ferdinand Hutahaean singkat, padat, dan jelas, sebagaimana dikutip terkini.id pada Senin ini, 21 Juni 2021.

Tak pelak, kolom komentar Ferdinand pun turut diserbu oleh banyak netizen. Ada yang pro, ada pula yang kontra. Nah, bagaimana dengan pembaca sekalian?

Bagikan