Fadli Zon Kritik Pemerintah Soal Penggunaan Vaksin Sinovac Asal China, Ferdinand: Mbacot Aja Kau!

Terkini.id, Jakarta – Penggiat media sosial, Ferdinand Hutahaean menanggapi sindiran Fadli Zon terkait penggunaan vaksin Sinovac.

Mantan politikus Demokrat itu membela pemerintah dari sindiran Fadli.

Dia balik menyindir Fadli Zon dengan menyebut bahwa Fadli jangan asal bicara.

Baca Juga: Sindir Anies, FH: Bagiku Dia Hanya Seorang Pengecut yang Penuh...

“Jangan asal ngoceh kesannya Anda tak paham situasi global dan nasional,” cuit Ferdinand melalui akun twitternya pada Sabtu, 10 Juli 2021.

Lebih lanjut, menurut Ferdinand menjelaskan bahwa untuk mendapatkan vaksin dalam kondisi pandemi bukanlah hal yang mudah.

Baca Juga: Yahya Waloni Minta Maaf ke Umat Nasrani, FH Menyentil: Manusia...

“Untuk dapat vaksin itu tidak mudah,” ungkap mantan politikus Demokrat.

Menurutnya, Sinovac asal China salah satu vaksin dengan tingkat efektivitas tinggi, yaitu di atas 60 persen.

“Sinovac itu evikasinya di atas 60% artinya saat ini segitu bermamfaat daripada tidak sama sekali,” ujarnya.

Baca Juga: Yahya Waloni Minta Maaf ke Umat Nasrani, FH Menyentil: Manusia...

Ferdinand yang geram justru balik menantang politikus Gerindra itu dengan menunjukkan darimana Indonesia bisa dapat vaksin.

“Zone, coba tunjukkan drmn kita bs dapat vaksin? Mbacot aja kau..!” tegasnya.

Sebelumnya, Fadli Zon mempertanyakan alasan pemerintah masih menggunakan vaksin Sinovac asal China yang diragukan efikasinya.

Menurutnya, vaksin Sinovac itu tidak digunakan oleh sejumlah negara seperti Singapura, misalnya.

Singapura justru mengandalkan vaksin buatan Amerika Serikat, Moderna dan Pfizer, dengan alasan tingkat efikasi tinggi.

“Saya pendukung bahwa kita ini perlu divaksin. Tapi, harus ada penjelasan, kenapa vaksin yang kita gunakan ini, terutama Sinovac, kok tidak diakui di negara-negara lain?” ujar Fadli Zon, seperti dikutip pikiran rakyat pada Sabtu, 10 Juli 2021.

Saya termasuk yang kena (Covid-19 meski sudah divaksin). Tapi relatif, vaksin merek lain seperti Pfizer dan sebagainya, kok lebih ampuh. Nah, ini harus ada penjelasan karena ini memakan biaya saya kira jumlahnya berapa ratus triliun, tuh,” tambahnya.

Bagikan