Eko Widodo Singgung Pencabutan Izin Holywings: Anies Tutup Tempat Mabok Pada Ribut Giliran Serbuan TKA China Congornya Mingkem

Eko Widodo Singgung Pencabutan Izin Holywings: Anies Tutup Tempat Mabok Pada Ribut Giliran Serbuan TKA China Congornya Mingkem

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat Media Sosial, Eko Widodo mengeluarkan singgungannya kepada pihak yang ribut setelah Anies Baswedan mencabut izin seluruh outlet Holywings di Jakarta.

Eko Widodo melalui cuitannya di media sosial Twitter, yang dilihat pada, Rabu 29 Juni 2022, menyebut bahwa ada pihak yang mempermasalahkan jika Anies menutup tempat mabok tetapi diam saja jika TKA China menyerbu lapangan kerja di Indonesia.

Dalam narasi cuitannya, dia menyinggung pihak yang mempertanyakan nasib 3000an karyawan Holywings yang akan kehilangan lapangan pekerjaan jika outlet itu ditutup.

Menurut Eko Widodo, seharusnya yang menajdi permasalahan adalah serbuan TKA China yang telah merebut lapangan kerja bagi WNI.

Terlebih, TKA China yang terus berdatangan merupakan pekerja kasar yang peluang merebut kesempatan kerja bagi WNI sangat besar.

Baca Juga

Dia menyayangkan pihak yang hanya mengkritik penutupan Holywings, tetapi dalam masalah TKA China hanya diam saja.

“Anies Tutup tempat mabok pada ribut gimana nasib 3000an pegawai jadi pengangguran.. giliran serbuan TKA China yang sebagian besar tenag kasar merebut kesempatan kerja anak bangsa congornya pada mingkem!!!”, tulis Eko Widodo, seperti dikutip dari cuitannya.

Eko Widodo Singgung Pencabutan Izin Holywings: Anies Tutup Tempat Mabok Pada Ribut Giliran Serbuan TKA China Congornya Mingkem

Seperti diketahui, pemilik saham Holywings yakni, pengacara kondang Hotman Paris dan Nikita Mirzani menyayangkan keputusan pemprov DKI Jakarta yang mencabut izin usaha Holywings di Jakarta.

“Holywings punya pegawai kurang lebih 3.000 orang terdiri dari 2.850 orang beragama Islam”, kata Hotman Paris, seperti dikutip dari laman CNN Indonesia.

Pengacara kondang ini kemudian menyampaikan bahwa 12 orang yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Holywings setelah promosi Miras dengan mengatasnamakan Muhammad dan Maria, bukan berasal dari 12 outlet yang ditutup.

“Staf yang ditahan polisi bukan pegawai dari 12 outlet yang ditutup”, katanya menambahkan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.