Terkini.id, Jakarta – Selain kalangan Influencer, ekonom juga angkat bicara terkait event Formula E yang akan digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, Pemprov DKI Jakarta perlu mengkaji ulang keuntungan dari gelaran mobil balap listrik itu.
“Jangan sampai potensi kerugian lebih besar daripada keuntungannya. Jadi, ini yang perlu diperhatikan,” ucap Yusuf dikutip dari GenPI.co, Sabtu 9 Oktober 2021 lalu.
Yusuf lantas membongkar asumsi dana yang dikeluarkan Pemprov DKI apakah sebanding dengan pendapatannya.
Jika harga tiket sebesar U$ 5 ribu dollar, Yusuf merasa hal itu menjadi tantangan yang cukup berat mengundang massa.
- Anies Baswedan Enggan Tanggapi Soal Rencana Pemindahan Sirkuit Balapan Formula E
- Heru Budi Tidak Permasalahkan JIka JakPro dan Ancol Gelar Formula E Tahun Depan
- Tanggapan Anies Baswedan Soal 'Kekuatan Tangan Tak Terlihat' di Kasus Formula E yang Menjeratnya
- KPK Berubah Sikap Tak Jadi Buka-Bukaan Kasus Formula E Anies Baswedan, Ada Apa?
- Anies Baswedan Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Formula E, Berikut Klarifikasi KPK
“Dengan asumsi itu, dikalikan dengan kurs saat ini, jadi sekitar Rp 70 juta rupiah,” imbuhnya.
Sementara itu, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut dana Formula E menghabiskan sekitar Rp 500 miliar.
Dengan melihat hal itu, Yusuf menyebut setidaknya untuk balik modal, perlu mengundang lebih kurang delapan ribu orang.
“Nah, ini tentu angka yang tidak sedikit, ya. Apalagi jika diasumsikan 8 ribu orang ini full dari orang luar negeri,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Yusuf menyebut untuk mendapat balik modal, Pemprov DKI memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar.
“Dengan delapan ribu orang itu baru balik modal, ya. Tentu ingin lebih dari itu untuk menggelar sebuah event besar,” kata Yusuf
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
