Emosi ke SBY, Pencipta Partai Demokrat: Dia Licik dan Pembohong

Terkini.id, Jakarta – Pencipta atribut Partai Demokrat, Wisnu Heryanto Krestowo emosi dengan langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendaftarkan Partai Demokrat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Tak terima dengan langkah SBY tersebut, perancang Partai Demokrat ini pun menilai mantan presiden RI itu merupakan sosok yang licik dan pembohong.

Kegeraman Wisnu Heryanto itu disampaikan lewat surat terbuka yang didalamnya meluruskan klaim SBY sebagai pendiri Demokrat.

Baca Juga: AHY Kecam Tindakan Anarkis Pasukan Bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa

Dalam suratnya tersebut, Wisnu mengungkap fakta sejarah lahirnya Partai Demokrat dimana dirinya merupakan pelaku sejarah yang melahirkan Demokrat. Ia juga menegaskan bahwa SBY bukan pendiri partai berlambang mercy itu.

“SBY bukan pendiri, melainkan hanya sebagai pengguna Partai Demokrat yang kemudian dengan kelicikan serta kebohongannya telah merampas partai yang kami dirikan 20 tahun yang lalu dari para kader sebagai stakeholder, untuk membangun oligarki politik berdasarkan dinasti dan nepotisme,” ujar Wisnu Heryanto, Minggu 11 April 2021 seperti dikutip dari Suara.com.

Baca Juga: Politisi Demokrat Sebut ‘Bapak Bipang Ambawang’, Netizen Sindir Balik: Ada...

Lewat suratnya, Wisnu mengungkapkan bahwa dirinyalah orang pertama yang menggagas berdirinya Partai Demokrat pada 2001 silam.

“Saya adalah orang pertama yang menggagas lahir dan berdirinya Partai Demokrat 20 tahun yang lalu (Tahun 2001) bersama saudara Vence Rumangkang dan Kurdi Mustofa, setelah saudara Susilo Bambang Yudhoyono gagal terpilih sebagai Wakil Presiden pada Sidang Istimewa MPR-RI 2001,” ungkap Wisnu.

Dia jugalah yang merancang dan menciptakan lambang Partai Demokrat sejak awal.

Baca Juga: Ditanya Soal Pencalonan Presiden 2024, AHY: Saya Harus Tahu Diri

“Saya lah yang merancang dan menciptakan bintang segitiga merah putih. Awalnya bintang segitiga merah putih itu berada dalam bingkai segilima, sebagai lambang/logo Partai Demokrat. Arti dan makna nya adalah: bintang segitiga merah putih adalah platform perjuangan partai dengan landasan Ketuhanan YME, Kebangsaan (Nasionalisme) dan Demokrasi, sedangkan bingkai segilima artinya berada di dalam bingkai Pancasila sebagai Dasar Negara,” tuturnya.

Namun, kata Wisnu, dalam perjalanannya lambang tersebut berubah lantaran dinamika yang terjadi di partai itu.

“Setelah kami bicarakan diforum bertiga (saya, Vence dan Kurdi), ada dinamika yang berkembang soal warna dasar bingkai segilima yang tadinya polos warna putih diganti warna hitam atau biru. Setelah itu kami sepakat membentuk kepengurusan awal sebanyak 9 (sembilan) orang pada tanggal 10 September 2001,” tuturnya.

Usai Demokrat terbentuk, pihaknya kemudian mengajukan pengesahan partai tersebut ke Kemenkumham.

“Setelah terbentuk, kami mengajukan pengesahan ke Depkumham waktu itu, tapi disarankan oleh Ditjen AHU agar kami menunggu terbitnya Undang-Undang Parpol yang sedang dalam proses finalisasi di DPR-RI,” kata Wisnu.

“Setelah terbit UU Parpol Nomor: 31/2002, maka terjadi perubahan susunan pendiri dan pengurus karena menyesuaikan persyaratan UU minimal harus didirikan oleh 50 orang. Setelah disesuaikan, maka jumlah pendiri berubah menjadi 99 orang dan juga mengubah komposisi susunan pengurus menjadi DPP Partai Demokrat,” sambungnya.

Dalam susunan 99 pendiri Partai Demokrat tersebut, Wisnu mengaku berada di urutan ke-11.

“Berdasarkan Akta Pendirian Partai Demokrat yang dibuat oleh Notaris Arswendi Kamuli SH dan sudah disahkan oleh Menkumham 20 tahun yang lalu, nama saya berada pada urutan nomor 11, sebagai BUKTI OTENTIK, di arsip Ditjen AHU,” ucapnya.

Berdasarkan fakta dan bukti otentik tersebut, kata Wisnu, maka sebagai pelaku sejarah berdirinya Partai Demokrat ia sangat keberatan dengan langkah SBY yang mendaftarkan partai itu di HAKI atas nama pribadi SBY.

Pasalnya, menurut Wisnu, SBY bukanlah pendiri Partai Demokrat baik secara de facto maupun de jure.

“Berdasarkan fakta dan bukti otentik seperti tersebut di atas, maka sebagai saksi serta pelaku sejarah yang masih hidup mulai dari awal proses LAHIR hingga BERDIRINYA Partai Demokrat, saya dengan ini MENYATAKAN dengan sebenar-benarnya dan berani bersumpah didepan pangadilan bahwa saudara Susilo Bambang Yudhoyono secara de facto maupun de jure BUKANLAH PENDIRI PARTAI DEMOKRAT yang kami gagas dan dirikan 20 tahun yang lalu,” ujarnya.

Bagikan