Era Danny Pomanto, Penyandang Difabel Ikut Merencanakan Pembangunan Kota Makassar

Danny Pomanto
Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar Moh. Ramdan

Terkini.id, Makassar – Salah satu tema debat ketiga kandidat Pilkada Kota Makassar mengusung tema keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan penyandang difabel di Kota Makassar.

Mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto bercerita saat menjabat wali kota. Ia mengatakan kerap mengundang kelompok penyandang disabilitas atau difabel untuk berdiskusi. 

Hal itu untuk mendengarkan masukan dari penyandang difabel dalam merencanakan pembangunan kota.

“Penyandang difabel harus bisa bicara langsung dengan wali kota,” kata Danny, Jumat, 4 Desember 2020.

Setelah mendengar keluhan dan masukan kelompok penyandang difabel, Danny Pomanto pun membuat kebijakan untuk menutup semua saluran air di pinggir jalan.

Menarik untuk Anda:

“Karena penyandang disabilitas sering jatuh. Jadi itu salah satu alasan kenapa saluran air harus ditutup,” ungkap Danny.

Danny juga membangun sarana untuk pejalan kaki yang ramah terhadap penyandang disabilitas dan lansia. Kendati belum semua lokasi dibangun, masa pemerintahan Danny harus berakhir.

Tak hanya pembangunan fisik yang ramah terhadap penyandang difabel. Setiap kegiatan pemerintah, seperti festival selalu melibatkan penyandang difabel.

Potensi dan kreatifitas penyandang difabel pun ditampilkan ke publik. Tidak hanya warga Makassar, tapi seluruh dunia bisa melihat. 

“Karena disiarkan di stasiun TV dan kanal media sosial,” katanya.

Danny juga meminta masyarakat tidak memberikan stigma buruk kepada penyandang disabilitas. 

Ia mengatakan, telah membuktikan bahwa keluarga penyandang disabilitas bisa bekerja dengan baik jika diberikan kesempatan.

“Ada beberapa keluarga penyandang disabilitas kerja di rumah saya. Ini salah satu bentuk penghargaan kepada mereka. Mereka bisa bekerja meski secara fisik punya keterbatasan. Tapi soal pekerjaan sangat bagus,” ungkap Danny.

Jika diberikan amanah oleh warga Kota Makassar untuk memimpin, Danny bersama Fatmawati Rusdi mengaku akan menjadikan Makassar menjadi kota yang nyaman untuk semua.

Penyandang disabilitas, kelompok perempuan, lansia dan kelompok rentan akan menjadi bagian dalam membangun Kota Makassar. Karena setiap orang punya potensi menjadi bagian dari penyandang disabilitas.

Sementara itu, Fatmawati Rusdi meminta perempuan di Kota Makassar untuk berani berdaya. Jangan merasa minder atau risih.

Perempuan juga harus berani melawan bentuk pelecehan di tempat kerja atau ruang publik. Harus berani melapor. “Supaya ada efek jera dan peringatan buat yang lain,” katanya.

Perempuan tidak boleh dianggap hanya mampu mengurus masalah domestik. 

“Jika diberikan kepercayaan, perempuan pasti bisa,” katanya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Lawan Kuat Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel, Berdasarkan Analisis IPI

11 Tahun Berpolitik, Adnan Purichta Ichsan Cetak Rekor Ketujuh

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar