Fadli Zon Bantah Danai Organisasi Terlarang Hilal Ahmar, Sebut Presiden Jokowi Pernah Terima Kunjungan Terduga Teroris

Fadli Zon Bantah Danai Organisasi Terlarang Hilal Ahmar, Sebut Presiden Jokowi Pernah Terima Kunjungan Terduga Teroris

R
Iin Prasetyo
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon memberikan bantahan keras terkait tuduhan mendanai kegiatan organisasi terlarang Hilal Ahmar. Terkait dengan pekerjaannya, ia pun menyebutkan bahwa Presiden Jokowi pernah menerima kunjungan terduga teroris Farid Okbah.

Tuduhan itu dilayangkan oleh seorang pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang menyatakan bahwa Fadli Zon dengan sengaja mendanai gerakan teroris.

“Menurut informasi, Hilal Ahmar dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh PBB pada Maret 2015. Sementara Fadli Zon menyumbang Hilal Ahnar pada Mei 2015,” kata Eko Kuntadhi seperti ditulis di Twitternya, Selasa, 15 Maret 2022.

Ia juga menyayangkan Fadli Zon sebagai Wakil Ketua DPR RI saat itu tidak mengetahui bahwa Hilal Ahmar dinyatakan oleh PBB sebagai organisasi teroris.

“Sebagai Wakil Ketua DPR, gak mungkin Fadli gak tahu informasi itu. Jd, Fadli memang sengaja mendanai gerakan teroris,” tandas Eko Kuntadhi.

Baca Juga

Sontak tuduhan tersebut membuat Fadli Zon gusar. Ia yang kini masih aktif di DPR RI sebagai pimpinan Badan Kerja Sama Antar Parlemen atau BKSAP itu memberikan kejelasan.

“2) Pada 28 Mei 2015, saya bersama Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), @Fahrihamzah menerima permintaan delegasi kemanusiaan dari Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) yang dipimpin oleh Ustadz Bachtiar Nasir (UBN),” terang Fadli seperti ditulis di Twitternya, Rabu, 16 Maret 2022.

Fadli Zon Bantah Danai Organisasi Terlarang Hilal Ahmar, Sebut Presiden Jokowi Pernah Terima Kunjungan Terduga Teroris
Fadli Zon dan Fahri Hamzah sebagai wakil rakyat di DPR RI serahkan bantuan dana USD 20,000 untuk rumah sakit Lapangan Salma, Suriah/ Twitter

Atas pekerjaannya sebagai wakil rakyat di DPR RI, Fadli Zon pun menyebutkan bahwa pekerjaan Jokowi sebagai presiden yang sama-sama menerima kunjungan berbagai delegasi.

“Sbg informasi, pada 29 Juni 2020 Farid Okbah pernah diterima Presiden Joko Widodo di Istana. Pada tanggal 16 November 2021, Farid Okbah ditangkap oleh Densus 88 sebagai terduga teroris. Apakah dua peristiwa yang berlainan itu bisa dikait-kaitkan?” lanjutnya.

Klarifikasi lengkap dan terperinci pun ia ungkapkan melalui akun Twitternya.

“10) Penjelasan ini sy buat untuk menepis fitnah sejumlah orang yg secara insinuatif berusaha memutarbalikan dukungan saya terhadap aksi kemanusiaan seolah adalah bentuk dukungan terhadap terorisme. Itu fitnah yang sangat kotor dan keji sekali,” tandasnya.

Fadli juga menerangkan terkait dana yang diisukan pemberiannya bukanlah dana darinya pribadi maupun dari Fahri Hamzah yang juga Wakil Ketua DPR RI saat itu.

Dana yang tertera dalam simbol USD 20,000 untuk rumah sakit di Suriah seperti dalam foto yang beredar merupakan dana himpunan FIPS dari masyarakat Indonesia.

Sementara itu Hilal Ahmar Society Indonesia atau HASI seperti yang diterangkan PBB lewat laman resminya merupakan organisasi atau yayasan yang terafiliasi dengan kelompok teroris JI.

Organisasi tersebut mulai aktif sejak 2011 sebagai lembaga swadaya masyarakat di Indonesia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.