Sebut Jokowi Terkesan Ikut Suburkan Wabah Ganas Islamophobia, Faizal Assegaf: Sekelas Prof Mahfud Mestinya Berani Nasehati

Sebut Jokowi Terkesan Ikut Suburkan Wabah Ganas Islamophobia, Faizal Assegaf: Sekelas Prof Mahfud Mestinya Berani Nasehati

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kritikus Politik, Faizal Assegaf menyebut Presiden Joko Widodo alias Jokowi terkesan ikut menyuburkan wabah ganas Islamophobia.

Faizal Assegaf pun menyinggung bahwa Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD semestinya menasehati Presiden Jokowi.

“Sekelas Prof Moh Mahfud MD mestinya berani nasehati Pres JKW, yang terkesan ikut menyuburkan wabah ganas Islamophobia. Ikan busuk dari kepala!” kata Faizal Assegaf melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 4 Mei 2022.

Faizal Assegaf mengatakan ini saat merespons cuitan Mahfud MD terkait Rektor Intitut Teknologi Kalimantan (ITK), Profesor Budi Santosa yang ramai dikritik karena pernyataan soal “mahasiswi menuutup kepala ala manunia gurun”. 

“Kalau ihwal Rektor ITK, Budi Santoso, yang bersangkutan sudah tegaskan tidak bertujuan hinakan Islam,” kata Faizal Assegaf.

Baca Juga

“Publik bereaksi karena meme si Budi dengan JKW,” sambungnya.

Adapun dalam cuitan yang ditanggapi Faizal Assegaf, Mahfud MD mengkritik tulisan Profesor Budi Santosa di media sosial yang dinilai mengandung kebencian berbau SARA.

Mahfud MD utamanya menyoroti kalimat Prof Budi yang meninggung istilah-istilah seperti “Insyaallah”, “qadatlrullah”, dan “syiar”.

“Me-muji-muji sebagi mhs/i hebat hanya karena mereka tidak memakai kata-kata agamis, ‘Insyaallah, qadarallah, syiar’ sebagaimana ditulis oleh Rektor ITK itu juga tidak bijaksana,” kata Mahfud MD.

“Itu adalah kata-kata yang baik bagi orang beriman, sama dengan ucapan Puji Tuhan, Haleluya, Kersaning Allah, dll,” sambungnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.