Fantastis, Ternyata Segini Jumlah Nakes yang Pernah Mengalami Penundaan Hingga Pembayaran Pemotongan Insentif

Terkini.id – Amnesty International Indonesia mengungkap sebanyak 21.424 tenaga kesehatan di 21 provinsi pernah mengalami penundaan atau pemotongan pembayaran insentif.

Meski ada yang sudah menerima pembayaran insentif, namun tidak semua tenaga kesehatan dapat merasakannya.

Mengutip suaracom jaringan terkini.id, Manajer Media dan Kampanye Amnesty International Indonesia, Nurina Savitri menjelaskan bahwa penundaan atau pemotongan pembayaran insentif tersebut terjadi selama periode Juni 2020 hingga Juli 2021. 

Baca Juga: Vaksin Booster Kedua untuk 1,9 Juta Nakes Dimulai Hari Ini

Itu dirasakan oleh tenaga kesehatan dari ujung Sumatera hingga Timur Papua.

“Setidaknya ada 21.424 tenaga kesehatan di 21 provinsi yang tersebar di 34 kabupaten/kota yang pernah mengalami penundaan atau pemotongan pembayaran insentif dari Juni 2020 sampai Juli 2021,” kata Nurina saat konferensi pers Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 yang disiarkan melalui kanal YouTube Amnesty International Indonesia, Jumat 6 Agustus 2021.

Baca Juga: Menkes Targetkan Tahun 2023 Semua RS Wajib Terhubung ke Platform...

Nurina kemudian membeberkan rincian yang ada di masing-masing daerah. 

Ia mengambil 5 daerah dengan jumlah tenaga kesehatan terbanyak yang mengalami pemotongan atau penundaan insentif.

Pertama di Bogor dimana terdapat 4.258 tenaga kesehatan pernah mengalami penundaan atau pemotongan pembayaran.

Baca Juga: Menkes Targetkan Tahun 2023 Semua RS Wajib Terhubung ke Platform...

Kemudian, diikuti Palembang yang berjumlah 3.987 nakes, Tanjungpinang 2.900 nakes, Banyuwangi 1.938 nakes, dan Kabupaten Bandung Barat 1.618 nakes.

Meski demikian, Nurina juga mengumumkan temuan terbaru di mana sudah ada sejumlah wilayah yang sudah membayarkan insentif untuk nakes.

1 2
Selanjutnya
Bagikan