Ferdinand ke KPK: Kenapa Tidak Mengaku Saja Kalian Memang Pengecut dan Penakut terhadap Kelompok Tertentu?

Ferdinand ke KPK: Kenapa Tidak Mengaku Saja Kalian Memang Pengecut dan Penakut terhadap Kelompok Tertentu?

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean melontarkan sindiran keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menyindir mengapa lembaga antirasuah itu tak mengaku saja bahwa mereka memang pengecut menghadapi kelompok tertentu.

“Kenapa tidak mengaku saja bahwa kalian memang PENGECUT dan PENAKUT terhadap kelompok tertentu?” kata Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 28 Desember 2021.

Ferdinand mengaku paham bahwa KPK memang tidak dapat bertindak serampangan dalam menangani suatu kasus.

“Tapi diamnya KPK terhadap Kelebihan Bayar dan Formula E serta Sumur Resapan di jakarta pertanda kalian pengecut yang sok galak!” katanya.

Baca Juga

Ferdinand Hutahaean mengatakan hal itu sebagai respons terhadap utas akun Twitter resmi KPK terkait pernyataan Ketua KPK, Firli Bahuri.

Dalam cuitan KPK itu, dikatakan bahwa Firli Bahuri menyampaikan beberapa catatan tentang KPK.

“KPK sebagai lembaga independen dan profesional menyadari begitu banyak harapan, namun kami tidak bisa bertindak sesuai opini publik saja, kami bertindak sesuai fakta hukum dan prosedur due process of law,” kata Firli Bahuri.

Kedua, Firli Bahuri mengatakan bahwa KPK akan terus bekerja agar terciptanya sistem pemberantasan korupsi yang ideal dengan sekurang-kurangnya melalui 3 tahapan yang umum terjadi di negara-negara yang sukses memberantas korupsi.

“Pertama adalah regulasi yang jelas. Kedua adalah institusi yang terbuka, sehingga tidak ada lagi ruang gelap untuk melakukan korupsi, karena sesungguhnya transparansi merupakan ‘ruh’ demokrasi. Keterbukaan akan menutup gelap yg biasa dipakai dalam kejahatan korupsi,” kata Firli.

“Ketiga adalah komitmen seluruh pemimpin K/L dan semua lembaga negara si pusat dan daerah, untuk menyatakan korupsi adalah musuh bersama. Pemimpin harus membangun sistem yang tidak akan pernah ramah dengan korupsi. KPK senantiasa terus mendampingi dan berkoordinasi,” lanjutnya.

Terakhir, Firli memohon doa agar ke depannya, KPK bisa semakin profesional dan independen dalam menjalankan fungsi-fungsi membangun orkestra pemberantasan korupsi bagi keseluruhan sistem dan kelembagaan negara sehingga tercipta budaya Antikorupsi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.