Fokus Penurunan Stunting, Pemkab Jeneponto Kumpulkan Kapus Hingga Camat

Pemkab Jeneponto
Bupati Jeneponto Iksan Iskandar buka pertemuan implementasi penanganan stunting melalui pemanfaatan e-PPGBM surveilans gizi Kabupaten Jeneponto, di Gedung Sipitangarri, jalan Lanto Daeng Pasewang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, Selas, 27 Oktober 2020/Syarief

Terkini.id, Jeneponto – Dalam mempercepat penurunan Stunting, Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan melaksanakan pertemuan implementasi penanganan stunting melalui pemanfaatan e-PPGBM surveilans gizi Kabupaten Jeneponto, di Gedung Sipitangarri, jalan Lanto Daeng Pasewang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, Selasa, 27 Oktober 2020.

Pertemuan yang dibuka oleh Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar melibatkan, 113 kepala Desa dan Kelurahan, 11 Kepala Kecamatan serta 19 Kepala Puskesmas se Kabupaten Jeneponto dengan pemateri Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, H Muh Husni Thamrin.

Kepala Dinas Kesehatan, Syusanty A Mansyur, dalam laporannya menyampaikan kecamatan dan Desa yang Stunting tertinggi di Jeneponto.

“Dua Desa tertinggi Stunting, yakni Desa Bulusuka Kecamatan Bontoramba dan Desa Arungkeke Kecamatan Arungkeke, sedangkan Kecamatan tertinggi stunting adalah Kecamatan Turatea,” kata Syusanty Mansyur.

Sementara itu, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dalam sambutannya mengatakan, pemantauan pertumbuhan balita merupakan bagian dari standar pelayanan minimal yang harus dilakukan di daerah.

Menarik untuk Anda:

“Status gizi masyarakat pada umumnya, menjadi kebutuhan data di daerah untuk mengetahui seberapa besar masalah gizi yang ada, sebagai dasar perencanaan kegiatan dan evaluasi kinerja serta intervensi apa yang akan dilakukan para pemangku kepentingan,” kata Iksan Iskandar.

Mengingat pentingnya data tersebut, munurut Iksan Iskandar, dibutuhkan sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat dan terpadu untuk mengetahui prevalensi dan indikator kinerja yang terkait stunting.

“Kami harapkan melakukan semua pihak yang terkait agar sinkronisasi data antara data e-PPGBM, data E-HDW dan hasil pendataan kelompok Dasawisma untuk menggambarkan masalah yang ada ditingkat rumah tangga dan  individu terkait dengan permasalahan stunting,” ujarnya.

Bupati Jeneponto dua periode itu menegaskan kepada kepala Kecamatan, Kepala Desa, Lurah dan Kepala Puskesmas untuk tetap memperhatikan pendanaan kegiatan yang erat kaitannya dengan Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting dengan tetap memperhatikan petunjuk teknis yang ada.

“Penggunaan dana Desa mengacu di Permendes Nomor 13 tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk tahun 2021,”pungkasnya

“Dana Kelurahan harus mengacu pada Permendagri Nomor 130 tahun 2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan, jadi tujuan dari pelaksanaan ini adalah untuk menyatukan presepsi data prevalensi stunting dan data indikator capaian kinerja terkait Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting,” tutup Iksan Iskandar.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Warga BTN Bapertarum Jeneponto Digegerkan dengan Penemuan Mayat di Dalam Kamar

Respons Pembangunan Investor Bangun Smelter, Bupati Jeneponto Rapat dengan Pemangku Kepentingan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar