Terkini.id, Jakarta- Mulyanto, Fraksi PKS DPR RI masalah kelangkaan dan kemahalan minyak goreng harus segera diatasi dengan membentuk BUMN Minyak Goreng Sawit.
Menurut Mulyanto, harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sawit (MGS) curah terbaru telah diberlakukan sejak sejak satu bulan lalu. Namun, komoditas ini masih langka dan harganya di atas HET.
“Karena itu pemerintah perlu membuat terobosan radikal agar masalah ini bisa tuntas dan tidak terulang dikemudian hari. Kalau di biarkan entah sampai kapan harga MGS curah ini mencapai HET,” kata Mulyanto, seperti dilansir dari laman resmi Fraksi PKS DPR, Senin 18 April 2022.
Mulyanto menyebut, pemerintah telah gonta-ganti kebijakan dengan pendekatan industri, yang sebelumnya pendekatan perdagangan.
“Pendekatan perdagangan dilakukan melalui subsidi domestic market obligation (DMO) CPO dan turunannya dengan harga domestic price obligation (DPO). Sementara pendekatan industri, dilakukan melalui subsidi MGS via dana sawit,” terangnya.
Namun, pemerintah tetap tidak dapat mengendalikan harga MGS sesuai HET. Karena produsen dan distributor MGS-nya, kata Mulyanto, itu-itu saja dan bersifat oilogpolistik.
“Mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk mengatur produksi dan pembentukan harga. Sementara kepatuhan pada regulasi yang ada, baik di sisi produksi maupun di sisi distribusi sangat mengkhawatirkan,” tegas Mulyanto.
Adapun dalam pembentukan BUMN minyak goreng sawit, anggota legislatif PKS tersebut mengungkapkan terkendala lahan perkebunan sawit BUMN yang hanya empat persen.
Sedangkan lahan sawit yang dikuasai swasta sebesar 55 persen dan masyarakat sebesar 41 persen.
“Kalau dapat disusun regulasi untuk mengoptimalkan perkebunan rakyat oleh BUMN MGS, maka konsolidasi lahan tersebut dapat mencapai 45 persen. Ini jumlah yang cukup besar untuk mengimbangi dominasi swasta,” jelas Mulyanto.
Di samping itu, saat pernyataan anggota legislattif PKS Mulyanto tersebar di media sosial, banyak netizen memberikan komentarnya terkait usulan pembentukan BUMN MGS.
Salah satu dari mereka menyatakan tidak percaya bahwa pembentukan BUMN sebagai solusi mengatasi kelangkaan dan kemahalan harga MGS. Sebab menurutnya, pembentukan BUMN akan merugi sebagaimana PLN.
“Astaga, pak mending situ panggil KPPU dan kepolisian terus tanyain sudah sampe mana. Ngapain bikin BUMN yang isinya rugi mulu? Bahkan sekelas PLN pun isinya rugi mulu,” ungkap akun Twitter nanonux dalam postingan TirtoID.
Adapun netizen lain justru menyarankan agar subsidi yang diberikan untuk BUMN dialihkan ke sektor kesehatan.
“Ngapain ikut campur harga pasar? Mau nombokin terus??? Subsidinya ke kesehatan aja,” ujar akun Twitter helmdjmaru.
Diketahui, HET MGS curah sebesar RP14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram. Namun nyatanya, sampai hari ini harga MGS masih di angka Rp20.000 per kg, sedangkan harga MGS kemasan sebesar Rp26.000 per kg.
Harga MGS baik curah maupun kemasan diduga akan terus merambat naik menjelang lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
