Garuda Sedang Kritis, Komisaris Ini Minta Honornya Dihentikan: Sedikit Meringankan

Terkini.id, Jakarta – Perusahaan maskapai penerbangan milik negara, PT Garuda Indonesia tengah menghadapi masalah serius dengan keuangannya. Bahkan, maskapai ini terancam bangkrut.

Atas masalah tersebut, salah satu komisaris Garuda, Peter F Gontha mengajukan agar pembayaran honorariumnya dihentikan. Itu dia ajukan agar bisa sedikit meringankan beban perusahaan.

“Permohonan pemberhentian Pembayaran Honorarium saya. Karena perusahaan adalah perusahaan publik dan bersejarah milik kita bersama, saya merasa hal ini perlu saya sampaikan secara terbuka,” tulis Peter yang memosting surat permohonan penghentian honornya lewat media sosial.

Baca Juga: Pesawat Garuda Indonesia Rute Jakarta Tujuan Kendari Gagal Mendarat, Kenapa?

Dia juga berharap agar langkah itu bisa dilakukan pihak lain di Garuda demi meringankan perusahaan tersebut.

Seperti diketahui, PT Garuda Indonesia Tbk dikabarkan mengalami guncangan karena situasi pandemi Covid-19 membuat penumpang pesawat menurun drastis.

Baca Juga: Penyandang Disabilitas Gagal Terbang Akibat Kursi Prioritasnya Diambil Pejabat Negara,...

Hal ini pun berdampak pada kondisi keuangan perusahaan berplat merah tersebut. Garuda Indonesia ternyata berdampak pada nilai utang yang mencapai Rp70 triliun.

Maskapai penerbangan ini tengah diuji dengan kondisi keuangan yang tidak sehat.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengungkap bahwa Garuda berutang 4,9 miliar dollar AS, senilai sebesar Rp70 triliun.

Baca Juga: Penyandang Disabilitas Gagal Terbang Akibat Kursi Prioritasnya Diambil Pejabat Negara,...

Parahnya, nilai utang itu nantinya akan bertambah setiap bulannya sekitar Rp1 triliun lantaran terus menunda pembayaran.

Peter F Gontha sendiri lewat media sosialnya, telah buka suara terkait persoalan perusahaan tersebut.

Melalui akun instagramnya Peter mengaku tidak sependapat dengan berbagai narasi buruk soal Garuda.Pada akun instagram @petergontha tersebut menjelaskan beberapa ragam narasi buruk terkait nasib Garuda kedepannya.

“Telah terjadi beraneka ragam narasi mengenai Garuda yang kita cintai antara lain:
1. Garuda akan dibangkrutkan
2. Karyawan tidak diperhatikan
3. Awak pesawat akan diberhentikan
4. Pensiun dini, dsb.
Semua merupakan asumsi yang tidak bertanggung jawab karena belum disetujui Dewan Komisaris maupun Pemegang saham,”

Selain itu, Peter juga menyatakan bahwa Garuda Indonesia tidak boleh dibangkrutkan. Pemerintah bersama pemegang saham lain, harus bisa menyelamatkan Garuda.

“Tapi saya meminta, di samping kesalahan manajemen selama 20 tahun terakhir, saya meminta BPK, KPK, Kejaksaan, Kepolisian atau siapa pun untuk melakukan audit forensik mengenai korupsi yang terjadi di Garuda selama ini,” ujar Peter Gontha, yang sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari unggahan instagram @petergontha, Senin, 31 Mei 2021.

Dalam unggahnya Peter juga mempunyai beberapa hal yang merasa menganjal dan perlu diselidiki lebih lanjut antara lain:

Pertama, mengapa harga Sewa pesawat Garuda Indonesia bisa hampir dua kali lebih mahal dari harga sewa dipasar.

Kedua, mengapa sampai terjadi pembelian pesawat pesawat yang salah dan tidak tepat untuk tujuannya.

Ketiga, mengapa terjadi banyak hal yang tidak effisien di Garuda Indonesia.Selain itu, Peter menilai masih banyak hal lain yang perlu ditelusuri lebih dalam.

Peter juga menegaskan Garuda Indonesia harus diselamatkan, ia berpendapatan bahwa Garuda merupakan perusahaan kebanggaan Indonesia.

Garuda Indonesia lah yang mampu membawa sang saka merah putih ke penjuru  dunia.

Menurut Peter, korupsi, tidak effisiennya operasi, serta kesalahan-kesalahan lainnya  harus menjadi terang benderang agar nantinya Garuda Indonesia tidak menjadi sapi perah lagi dimasa mendatang.

“Saya terpaksa, dengan risiko, menulis ini di media sosial karena masih banyak opsi lain yang kami usulkan terutama untuk awak pesawat yang tidak di dengar oleh pihak2 tertentu,” tulis Peter

Bagikan