Terkini.id, Jakarta – Mantan Panglima TNI sekaligus Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo, berapi-api saat membela para hafiz Alquran.
Dia menyindir ungkapan Menteri Agama Fachrul Razi tentang Hafiz Alquran yang dikaitkan dengan radikal.
“Jadi kalau pemerintah akan menangkap hafiz, tangkap dulu saya,” tantang Gatot Nurmantyo.
Dalam kesempatan tersebut, Gatot Nurmantyo tidak sepakat apabila Pemerintah akan menangkap para hafiz Alquran. Ia mengaku akan melindungi para hafiz Alquran.
“Saya lah yang makar kalau itu memang makar,” sambungnya.
- Wali Kota Makassar Lepas Peserta dan Ramaikan Kategori 10K Makassar SMAnSA Run 2026
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi dan Hiswana Migas Tinjau SPBU di Makassar, Pastikan Distribusi Biosolar Berjalan Optimal
- Leadership 198 Gelar WOW Day di Makassar, 58 Anak Kampung Savana Diajak Berani Bermimpi
- Klinik Biota Medical & Aesthetic Makassar Hadirkan Volnewmer dan Ultraformer MPT, Teknologi Perawatan Wajah Nomor 1 di Korea
- APINDO Bakal Gelar Kuliah Umum di Unhas, Bahas Strategi Membangun Entrepreneur Muda di Era Global
Mengutip dari hops.id,, pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut disampaikannya dalam acara deklarasi KAMI Jawa Barat, bertempat di salah satu rumah pendukung KAMI yang benama Jumhur Hidayat.
Dalam cuplikan video yang dibagikan oleh akun Twitter @demoCRAZY_id pada Senin 7 September 2020, tampak Gatot Nurmantyo yang angkat suara terkait kabar tidak sedap tentang Hafiz Al Quran.
Gatot Nurmantyo juga menceritakan bagaimana kedekatannya dengan para hafiz Alquran yang kini tengah santer diberitakan.
“Mengapa saya demikian? Sudah sangat keterlaluan. Saya ingatkan, pada saat jam 17, tanggal 17 Agustus 2017, Saya sebagai panglima TNI di Markas Besar TNI Cilangkap mengadakan murojaah oleh 1.000 hafiz Quran dengan tema bersyukur dan memohon perlindungan Allah SWT untuk bangsa ini,” ujar Gatot Nurmantyo, dikutip dari video unggahan akun Twitter @demoCRAZY_id.
Lebih lanjut lagi, ia menuturkan bahwa kegiatan tersebut membuatnya dijadikan sebagai pembina murojaah.
“Dan akhirnya saya jadi pembina murojaah hafiz Quran,” sambung Gatot Nurmantyo.
Tidak hanya itu, Gatot Nurmantyo juga memaparkan peran seorang hafiz quran.
Ia tampak heran dengan sikap orang-orang yang menyudutkan para penghafal Alquran tersebut.
Gatot Nurmantyo tidak bisa membayangkan akan jadi seperti apa kitab suci apabila tidak ada hafiz Quran.
“Hafiz Quran itu yang melindungi Alquran, yang mengamankan Alquran. Bayangkan kalau tidak ada hafiz Quran, Alquran diganti kalimatnya, isinya diganti-ganti siapa yang tahu, gaada yang tahu,” tutur Gatot Nurmantyo.
Dalam kesempatan deklarasi tersebut, Gatot Nurmantyo juga mengajak masyarakat untuk ikut terlibat mengembalikan kedaulatan Indonesia dan tergabung dalam gerakan moral KAMI.
“Kita berhutang sama rakyat yang memiliki kedaulatan negara ini, karena kedaulatan di tangan rakyat. Maka kita harus bangkit,” ungkap Gatot Nurmantyo.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
