Terkini.id – Akibat hujan deras yang melanda Grindulu, Pacitan Kabupaten Pacitan menyebabkan sebuah masjid berada di tengah lautan pantai Pancerdoor Pacitan terbawa arus aliran sungai.
Diketahui jika tempat ibadah itu merupakan masjid apung yang selama ini ada di perairan sungai Grindulu.
“Itu masjid apung, karena tali penahan putus jadi terseret ke tengah lautan,” kata salah satu pengurus masjid, Ryan Yudianto, Rabu 10 Februari 2021.
Ryan menjelaskan, masjid apung tersebut hanyut terbawa arus sampai tengah laut.
Di dalam masjid tersebut ada Alquran, peralatan salat, karpet dan pengeras suara.
- Kabupaten Jeneponto Diguncang Dua Peristiwa Kebakaran Dalam Sehari, 1 Warga Meninggal Dunia
- Lanjutan Kasus Pungli hingga Miliaran di Dinas Perkimtan Gowa, Giliran Ketua Kadin Diperiksa di Polres
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Wakil Wali Kota Makassar Sambut Delegasi Pakistan, Fiji, dan Australia dalam IGS Diplomatic Tour 2026
- RISE Antar Makassar ke Panggung Dunia, Raih WRI Ross Center Prize for Cities 2025--2026
Hingga siang tadi, masjid masih dibiarkan begitu saja mengapung di tengah laut.
Peristiwa terseretnya masjid ke tengah laut ini sempat membuat heboh masyarakat setempat.
Sebelumnya, diberitakan Masjid Apung Pancerdoor Pacitan terseret arus Sungai Gundulu hingga hanyut ke tengah laut. Foto-foto masjid ini juga sempat viral di media sosial.
“Itu masjid apung, karena tali penahan putus jadi terseret ke tengah lautan,” kata Ryan menegaskan.
“Tekanan air bercampur sampah itu membuat rakit masjid dan tali menjadi kencang dan akhirnya putus,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
