Masuk

Gegara Bitcoin, Negara Ini Terancam Blackout!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Aktivitas penambangan (mining) cryptocurrency ilegal memiliki risiko tinggi yang menyebabkan pemadaman listrik baru di musim dingin Iran. Peringatan ini telah dikeluarkan oleh Perusahaan listrik Iran.

Penambangan cryptocurrency ilegal tersebut menyebabkan setidaknya “10% pemadaman listrik musim dingin ini,” ujar perusahaan listrik Iran kepada kantor berita IRNA, seperti dikutip dari AFP, Senin 11 Oktober 2021.

Perusahaan listrik Iran juga menyebutkan 20% pemadaman listrik yang terjadi selama musim panas juga diakibatkan aktivitas penambangan uang kripto ilegal.

Baca Juga: Jelang Laga Inggris vs Iran, Bakal Jadi Ajang Pembuktian The Three Lions

Iran menjadi salah satu negara pertama dunia yang melegalkan penambangan Bitcoin dan cryptocurrency lainnya pada September 2018. Namun, penambang resmi harus memiliki lisensi khusus yang diterbitkan pemerintah.

Pemerintah Iran mengatakan, aktivitas penambangan ilegal biasanya memiliki akses ke listrik bersubsidi dan mengkonsumsi listrik enam atau tujuh kali lebih banyak dari penambang yang memiliki izin.

Dikutip dari CNBC Indonesia, dampak dari aktivitas ilegal ini, pemerintah Iran mengumumkan larangan sementara semua aktivitas penambangan cryptocurrency. Larangan tersebut dicabut pada September 2021.

Baca Juga: 51 Orang di Iran Dijatuhi Hukuman Rajam Hingga Tewas Akibat Berzinah

Menambang cryptocurrency adalah proses penciptaan Bitcoin dan uang kripto lainnya dengan cara memecahkan kode matematika rumit. Aktivitas ini menghabiskan banyak listrik karena perangkat harus bekerja selama 24 jam selama tujuh hari.

Sekitar 19.500 Bitcoin ditambang di Iran setiap tahun. Adapun dunia menghasilkan 324.000 Bitcoin per tahun. Sementara 700 Bitcoin diperdagangkan di Iran.