Terkini, Makassar – Komisi E DPRD Sulsel meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel dan kepala sekolah bertanggung jawab atas gagalnya ratusan siswa untuk ikut Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) masuk kampus negeri.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Yeni Rahman menyebut, Disdik Sulsel maupun kepsek tidak boleh menyalahkan operator sekolah sebagai pihak yang lalai mendaftarkan siswa dalam pangkalan data sekolah.
“Kabid dan kepala sekolah jangan merasa aman atas masalah ini. Mana kontrollingnya, jangan bilang ini kesalahan sistem, kenapa selalu salahkan sistem padahal ini dibuat oleh manusia,” ujar Yeni Rahman dalam rapat di ruang Komisi E DPRD Sulsel, Senin 10 Februari 2025.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Andi Nirawati meminta Dinas Pendidikan Sulsel untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan siswa SMA/SMK dalam SNBP.
Evaluasi ini diperlukan guna memastikan seluruh siswa yang memenuhi syarat dapat terdaftar dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang menjadi syarat utama dalam proses seleksi tersebut.
- BAST Renovasi Ditandatangani, DPRD Makassar Segera Tempati Gedung di Kantor Lama
- Baru Pimpin BGN, Sudaryono Langsung Gasak 261 Pegawai, 883 SPPG Ditutup Permanen
- DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Diskusi Refleksi 30 Tahun Peristiwa 27 Juli 1996, Teguhkan Komitmen Merawat Demokrasi
- Tip Penting Sebelum Membeli Mobil Listrik: Paling Penting Perlindungannya
- Unhas Tetapkan Tim Penasihat Bisnis PT Haldin Metavisi Akademika, Berikut Nama-namanya
Menurut Andi Nirawati, saat ini efektivitas suatu sekolah masih diukur berdasarkan jumlah siswa yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).
“Kami mendesak Dinas Pendidikan untuk segera mengevaluasi sistem pendataan ini. Jangan sampai ada siswa yang kehilangan kesempatan masuk PTN hanya karena kesalahan administratif,” tegasnya.
Selain itu, Andi Nirawati juga mempertanyakan alasan tidak aktifnya organisasi orangtua sehingga minimnya kontrol dari pihak luar terhadap sekolah.
“Sekolah yang bapak-bapak pimpin memang perlu dievaluasi. Evaluasi dulu tujuannya, apakah outputnya cuma meluluskan 100 persen dan mencapai target lulus ke PTN ada atau tidak? Tolok ukurnya harus seperti itu,” jelas Andi Nirawati.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
