Terkini, Makassar – Komisi E DPRD Sulsel meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel dan kepala sekolah bertanggung jawab atas gagalnya ratusan siswa untuk ikut Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) masuk kampus negeri.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Yeni Rahman menyebut, Disdik Sulsel maupun kepsek tidak boleh menyalahkan operator sekolah sebagai pihak yang lalai mendaftarkan siswa dalam pangkalan data sekolah.
“Kabid dan kepala sekolah jangan merasa aman atas masalah ini. Mana kontrollingnya, jangan bilang ini kesalahan sistem, kenapa selalu salahkan sistem padahal ini dibuat oleh manusia,” ujar Yeni Rahman dalam rapat di ruang Komisi E DPRD Sulsel, Senin 10 Februari 2025.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Andi Nirawati meminta Dinas Pendidikan Sulsel untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan siswa SMA/SMK dalam SNBP.
Evaluasi ini diperlukan guna memastikan seluruh siswa yang memenuhi syarat dapat terdaftar dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang menjadi syarat utama dalam proses seleksi tersebut.
- Anggota DPRD Makassar Andi Odhika Cakra Serap Aspirasi Warga di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya
- Wakil Ketua DPRD Gowa Tegaskan RDP Bukan Campuri Urusan Privat
- Berdiri Megah di Titik Nol Pembangunan, Tugu TMMD ke-128 Jadi Simbol Abadi Kemanunggalan TNI di Jeneponto
- Poltekpar Makassar Berdayakan Ibu-Ibu Sawundarek Raja Ampat melalui PKM Pariwisata Berkelanjutan
- Sinergi BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku dan Kejaksaan Dorong Perlindungan Pekerja Lebih Luas
Menurut Andi Nirawati, saat ini efektivitas suatu sekolah masih diukur berdasarkan jumlah siswa yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).
“Kami mendesak Dinas Pendidikan untuk segera mengevaluasi sistem pendataan ini. Jangan sampai ada siswa yang kehilangan kesempatan masuk PTN hanya karena kesalahan administratif,” tegasnya.
Selain itu, Andi Nirawati juga mempertanyakan alasan tidak aktifnya organisasi orangtua sehingga minimnya kontrol dari pihak luar terhadap sekolah.
“Sekolah yang bapak-bapak pimpin memang perlu dievaluasi. Evaluasi dulu tujuannya, apakah outputnya cuma meluluskan 100 persen dan mencapai target lulus ke PTN ada atau tidak? Tolok ukurnya harus seperti itu,” jelas Andi Nirawati.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
