Terkini, Makassar – Komisi E DPRD Sulsel meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel dan kepala sekolah bertanggung jawab atas gagalnya ratusan siswa untuk ikut Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) masuk kampus negeri.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Yeni Rahman menyebut, Disdik Sulsel maupun kepsek tidak boleh menyalahkan operator sekolah sebagai pihak yang lalai mendaftarkan siswa dalam pangkalan data sekolah.
“Kabid dan kepala sekolah jangan merasa aman atas masalah ini. Mana kontrollingnya, jangan bilang ini kesalahan sistem, kenapa selalu salahkan sistem padahal ini dibuat oleh manusia,” ujar Yeni Rahman dalam rapat di ruang Komisi E DPRD Sulsel, Senin 10 Februari 2025.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Andi Nirawati meminta Dinas Pendidikan Sulsel untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan siswa SMA/SMK dalam SNBP.
Evaluasi ini diperlukan guna memastikan seluruh siswa yang memenuhi syarat dapat terdaftar dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang menjadi syarat utama dalam proses seleksi tersebut.
- Kuasa Hukum KG Aqila Tegaskan Jangan Sesatkan Publik dengan Isu Merkuri Tanpa Data Akurat
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Ubah 143,5 Kg Limbah Plastik Segel Tangki Jadi Produk Bernilai Guna
- BNI Wilayah 07 Makassar Dekatkan Diri dengan Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2026
- BYD Tech Culture Fest 2026 Hadir di Makassar, Bawa Teknologi EV dan DM ke Indonesia Timur
- PLN Sulselrabar Terima Audiensi Usai Demo Jilid II Mahasiswa GAM
Menurut Andi Nirawati, saat ini efektivitas suatu sekolah masih diukur berdasarkan jumlah siswa yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).
“Kami mendesak Dinas Pendidikan untuk segera mengevaluasi sistem pendataan ini. Jangan sampai ada siswa yang kehilangan kesempatan masuk PTN hanya karena kesalahan administratif,” tegasnya.
Selain itu, Andi Nirawati juga mempertanyakan alasan tidak aktifnya organisasi orangtua sehingga minimnya kontrol dari pihak luar terhadap sekolah.
“Sekolah yang bapak-bapak pimpin memang perlu dievaluasi. Evaluasi dulu tujuannya, apakah outputnya cuma meluluskan 100 persen dan mencapai target lulus ke PTN ada atau tidak? Tolok ukurnya harus seperti itu,” jelas Andi Nirawati.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
