Geger, Intelijen Amerika Bongkar Rencana Rusia Invasi Ukraina dengan 175.000 Tentara

Geger, Intelijen Amerika Bongkar Rencana Rusia Invasi Ukraina dengan 175.000 Tentara

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Washington – Geger, intelijen Amerika bongkar rencana Rusia invasi Ukraina dengan 175.000 tentara. Suasana perpolitikan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) tengah memanas. Pasalnya, laporan intelijen pemerintahan Joe Biden mengungkap Rusia merencanakan invasi militer ke Ukraina.

Seperti dilansir dari Associated Press via KompasTV, Minggu 5 Desember 2021, laporan intelejen itu menyebut Kremlin bisa melakukan invasi lebih cepat pada awal 2022.

Merespons hal itu, Presiden Joe Biden pun berjanji akan mencegah serangan militer tersebut. Ia mengaku akan membuat situasi ‘sangat, sangat sulit’ bagi Vladimir Putin untuk menyerang Ukraina.

Laporan intelejen yang pertama kali dirilis The Washington Post ini menyebut Rusia hendak menerjunkan sekitar 175 ribu tentara untuk persiapan invasi. Setengah di antaranya akan diposkan di sepanjang perbatasan Ukraina dan Rusia.

Seorang pejabat Amerika yang berbicara dalam kondisi anonim menyebut laporan itu juga memuat rencana pengerahan 100 batalion taktis dengan kendaraan lapis baja, artileri, dan peralatan lain.

Intelejen Amerika Serikat juga mendeteksi gencarnya propaganda Rusia yang menyerang Ukraina dan NATO.

“Kami sadar dengan aksi Rusia sudah sejak lama, dan dugaan saya kami akan menempuh diskusi panjang dengan Putin,” beber Biden menanggapi bocoran laporan intelejen tersebut.

Pejabat tinggi AS menekankan, langkah Rusia bisa dipastikan merupakan persiapan invasi. Dalam pertentangan lawan Rusia, Ukraina sendiri selama ini berupaya melindungi diri melalui kerja sama dengan NATO. Di lain pihak, Biden mengaku berkomitmen menghalangi agresi militer Rusia ke Ukraina.

Sehingga, untuk itulah Amerika Serikat berencana memberlakukan sanksi berat jika Rusia terus mengintimidasi Ukraina dengan kekuatan militernya.

“Apa yang saya lakukan adalah melakukan semua yang saya yakini sebagai serangkaian inisiatif paling berarti dan komprehensif untuk membuat (situasi) sangat, sangat sulit bagi Vladimir Putin untuk melanjutkan rencananya,” tegas Biden.

Sementara itu, pejabat Ukraina memperingatkan, Rusia dapat melakukan invasi pada bulan depan di awal 2022. Keberadaan hampir 100 ribu pasukan Rusia di perbatasan membuat eskalasi berskala besar mungkin pada Januari 2022 mendatang.

Terkait ketegangan Rusia dan Ukraina, Kremlin sudah mengajukan syarat agar Ukraina tidak bisa menjadi anggota NATO. Kendati demikian, Biden mengaku akan menolak syarat tersebut.

Pemimpin Amerika dan Rusia pun dilaporkan akan bertemu pada pekan depan untuk membahas situasi Ukraina.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.