Geger Mayat di Pattallassang, Tim Forensik Temukan Luka Pukulan di Kepala Zulaiha

Sitti Zulaiha
Sitti Zulaiha semasa hidup.(ist)

Terkini.id, Makassar – Tim forensik Polda Sulsel, belum bisa memberi kesimpulan terkait penemuan mayat yang diketahui bernama Sitti Zulaiha (35), pada Jumat 22 Maret 2019.

Akan tetapi, luka yang tampak pada permukaan tubuh Zulaiha diketahui hasil kekerasan akibat benda tumpul.

Sitti Zulaiha (35), wanita yang ditemukan tewas di dalam mobil di Pattalassang, oleh pihak keluarga langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi.

Tim forensik memperkirakan hasil otopsi barus bisa diketahui paling cepat tiga minggu ke depan.

Zulkarnain, selaku tim Forensik Sulsel mengatakan hasil pengamatan sementara jika dilihat dari permukaan, pelaku pembunuhan cuma satu orang. Zulkarnain menyebut tampak luka memar di tubuh korban.

Kendaraan Terios tempat ditemukannya Zulaiha.(ist)

“Memang terlihat ada tanda-tanda kekerasan, ” katanya saat dimintai keterangan di RS. Bayangkara, Jalan Andi Mappaoddang, Jumat 22 Maret 2019.

Temuan tersebut kata Zulkarnain, masih mengacu pada hasil temuan penyidik kepolisian yang menelusuri kasus tersebut. Saat ini, penyidik sedang melakukan pengembangan.

“Kami hanya mengacu pada aspek forensik penyebab kematian korban,” ungkapnya.

Dari hasil penyidikan sementara, Zulkarnain menemukan terdapat kekerasan benda tumpul terhadap korban. Salah satu organ korban yang terkena benda tumpul terdapat pada bagian kepala dan di leher.

“Kami masih mendalami apakah kematian korban dihantam benda tumpul dulu baru diikat sabuk pengaman atau sebaliknya,” katanya,

“Nanti akan terbaca di hasil lab,” sambungnya.

Kondisi korban setelah tiba di RS Bayangkara, kata Zulkarnain, di bawah 6 jam. Langkah selanjutnya yang akan diambil tim forensik bergantung  permintaan penyidik.

Terkait target hasil otopsi hingga rampung, Zulkarnain menyebut sekitar 3 minggu. “Paling cepat 3 minggu, sudah ada hasil,” kata dia lagi.

Zulaiha adalah Istri Pejabat Dinas Kehutanan

Zulaiha yang diketahui adalah Staf Badan Administrasi dan Umum UNM itu, diduga dibunuh ditemukan tewas tercekik sabuk pengaman di dalam mobil di Pattalassang, Gowa, Jumat pagi 22 Maret 2019.

Dia diketahui adalah istri dari seorang pejabat Dinas Kehutanan Kabupaten Barru, Sukri.

Atas peristiwa itu, Dinas Kehutanan Prov Sulsel turut menyampaikan belasungkawa.

“Kepala dan Seluruh ASN Lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Turut Berduka Cita yang sedalam dalamnya atas berpulangnya ke rahmatullah istri dari Ka KPH Ajatappareng, Bapak SUKRI, SP. M.Si.. pada hari ini Jumat, 22 Maret 2019, Semoga Almarhumah husnul khatimah dan keluarga yg di tinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, Al-Fatihah buat Ny. Suleha Djafar. Aamiin Yaa Rabbal Aalamin,” tulis akun Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel.

Berita Terkait
Komentar
Terkini