Terkini.id, Jakarta – Ahmad Sahroni Wakil Ketua Komisi III DPR RI mengaku geram mendengar seorang oknum polisi diduga terlibat dalam kasus kematian seorang mahasiswi bernama Novia Widyasari Rahayu.
Seperti yang diketahui bahwa Novia Widyasari ditemukan tewas di kuburan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada Kamis, 2 Desember 2021 lalu sekitar pukul 15.30 WIB.
Mahasiswi Universitas Brawijaya, Malang, itu ditemukan tak bernyawa di samping makam ayahnya diduga akibat bunuh diri.
Ternyata Seorang oknum polisi bernama Bripda Randy Bagus Hari Sasongko dijemput oleh tim dari Bidang Propam Polda Jatim, Sabtu pagi untuk diperiksa.
“Pak Kapolri Listyo Sigit maupun Propam harus mengusut dan menghukum pelaku seberat-beratnya,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta.
- Massa GERTAK Duduki Kursi Pimpinan DPRD, Nasdem Disentil, Pantas Karena Kadernya Ahmad Sahroni!
- KPK OTT Bupati Koltim, Ahmad Sahroni: Itu Tidak Benar
- Viral Oknum TNI Pukul Tukang Parkir, Netizen: Ajak ke Papualah Kalo Masih Sangar!
- Minta Mahfud MD Ungkap Oknum Transaksi Bawah Meja, Sahroni: Langsung Aja, Agar Tidak Jadi Fitnah
- Viral, Ahmad Sahroni Posting Aksi Kekerasan di ICBS Payakumbuh: Banyak Preman
Sahroni mengatakan peristiwa kekerasan dan kejahatan seksual terhadap perempuan sudah terlalu sering terjadi dan dan seolah-olah negara ini menjadi tempat yang tidak aman bagi perempuan. Dilansir dari Jpnn. Minggu, 5 Desember 2021.
Politikus Nasdem itu juga meminta Polri mengusut adanya dugaan pembiaran dalam kasus yang dialami Novia Widyasari. Sebab, dia mendapat informasi bahwa korban pernah melaporkan masalahnya kepada polisi.
“Mindset awal Polri menghadapi kasus seperti ini harus pro terhadap korban, berdiri di sudut padangan korban. Apalagi sudah jelas korban mengalami depresi yang luar biasa sampai bunuh diri,” ucapnya.
Untuk itu, dia meminta agar diusut apakah benar ada pembiaran. Jika itu memang terjadi, Sahroni meminta oknum polisi yang mungkin mengabaikan laporan korban juga perlu ditindak.
“Seharusnya, laporan meminta pertolongan keadilan seperti ini harus menjadi prioritas supaya tidak ada lagi korban yang jatuh karena merasa tidak dilindungi oleh negara,” ujar Ahmad Sahroni.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
