Terkini, Makassar – Di salah satu sudut Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, mahasiswa berkumpul, menyerukan keadilan dengan suara lantang. Di tangan mereka tergenggam poster dan spanduk bertuliskan tuntutan, sementara langkah kaki mereka bergema di lorong-lorong kampus yang biasanya sunyi.
Di tengah hiruk pikuk ini, satu isu besar membayangi: seorang dosen yang melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswinya.
Kasus ini, yang melibatkan seorang dosen bernama Firman Saleh, tidak hanya mencoreng nama baik institusi pendidikan bergengsi di Indonesia Timur itu, tetapi juga membuka luka mendalam yang dirasakan korban.
Di tengah dinamika akademik yang seharusnya menjadi tempat tumbuh dan belajar, kekerasan seksual menjadi bayangan gelap yang sulit diabaikan.
Dalam dua hari terakhir, mahasiswa tak henti-hentinya menggelar aksi solidaritas di halaman fakultas, menuntut langkah tegas dari universitas.
- BPBD Makassar Hadirkan Tiga Terobosan Sekaligus: 23 Ribu Relawan, SIGAP PESISIR, dan Siaga Kekeringan
- Salam Sehat Indonesia di Makassar Besok, Wahdah Islamiyah Gelar Talkshow hingga Layanan Kesehatan Gratis! Yuk Ramaikan
- Mubes Perdana MHDC Perkuat Fondasi Organisasi, Rolling Thunder Tebarkan Semangat Persaudaraan
- LP2M UNM Dampingi UMKM Pulau Lakkang Kembangkan Produk Bernilai Tambah
- Andi Hakim Nilai Hasil Hak Angket Harus Berujung Kepastian Hukum, Bukan Sekadar Formalitas
Sorotan mereka tertuju pada sanksi yang dinilai ringan diberikan kepada FS, yakni skorsing selama dua semester. Bagi mereka, itu adalah hukuman yang tidak mencerminkan besarnya pelanggaran yang dilakukan.
Di sinilah, di kampus yang dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan, muncul pertanyaan besar: bagaimana sebuah institusi bisa menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi para mahasiswanya? Dan, apakah keadilan benar-benar akan terwujud bagi mereka yang berani berbicara?
“Dua semester skorsing? Itu tidak pantas,” ujar Fauzil Azim, jenderal lapangan aksi solidaritas.
“Aksi ini kami lakukan untuk mendukung korban sekaligus mendesak keadilan. Pelaku harus dipecat!”
Solidaritas Mahasiswa, Dukungan untuk Korban
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
