Gelombang Protes Kekerasan Seksual di FIB Unhas, Mahasiswa Tuntut Pemecatan

Gelombang Protes Kekerasan Seksual di FIB Unhas, Mahasiswa Tuntut Pemecatan

K
Kamsah

Penulis

Terkini, Makassar – Di salah satu sudut Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, mahasiswa berkumpul, menyerukan keadilan dengan suara lantang. Di tangan mereka tergenggam poster dan spanduk bertuliskan tuntutan, sementara langkah kaki mereka bergema di lorong-lorong kampus yang biasanya sunyi.

Di tengah hiruk pikuk ini, satu isu besar membayangi: seorang dosen yang melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswinya.

Kasus ini, yang melibatkan seorang dosen bernama Firman Saleh, tidak hanya mencoreng nama baik institusi pendidikan bergengsi di Indonesia Timur itu, tetapi juga membuka luka mendalam yang dirasakan korban.

Di tengah dinamika akademik yang seharusnya menjadi tempat tumbuh dan belajar, kekerasan seksual menjadi bayangan gelap yang sulit diabaikan.

Dalam dua hari terakhir, mahasiswa tak henti-hentinya menggelar aksi solidaritas di halaman fakultas, menuntut langkah tegas dari universitas.

Baca Juga

Sorotan mereka tertuju pada sanksi yang dinilai ringan diberikan kepada FS, yakni skorsing selama dua semester. Bagi mereka, itu adalah hukuman yang tidak mencerminkan besarnya pelanggaran yang dilakukan.

Di sinilah, di kampus yang dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan, muncul pertanyaan besar: bagaimana sebuah institusi bisa menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi para mahasiswanya? Dan, apakah keadilan benar-benar akan terwujud bagi mereka yang berani berbicara?

“Dua semester skorsing? Itu tidak pantas,” ujar Fauzil Azim, jenderal lapangan aksi solidaritas.

“Aksi ini kami lakukan untuk mendukung korban sekaligus mendesak keadilan. Pelaku harus dipecat!”

Solidaritas Mahasiswa, Dukungan untuk Korban

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.