BPS Catat Maluku Utara Daerah Terbahagia, Rektor UIC Musni Umar tak Percaya, Warga Protes: Siapa Bilang Rakyat Malut Susah?

Terkini.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik dalam hasil surveinya mencatat Provinsi Maluku Utara sebagai daerah paling bahagia di Indonesia.

BPS telah merilis Indeks Kebahagiaan Indonesia 2021 yang menempatkan daerah tersebut dengan poin tertinggi, yakni 76,34.

BPS menempatkan Maluku Utara sebagai daerah dengan skor indeks kebahagiaan tertinggi di Indonesia. Artinya, daerah dengan masyarakat paling bahagia di Indonesia ada di Provinsi Maluku Utara.

Baca Juga: Eko Kuntadhi Semprot Musni Umar Sebut 24 Anggota Ikhwanul Muslimin...

Namun, melihat hasil temuan yang dilakukan BPS itu, sosiolog Musni Umar justru heran mengapa provinsi Maluku Utara dinobatkan sebagai daerah paling bahagia, karena Gubernur Abdul Gani Kasuba pun juga turut mempertanyakannya.

Berdasarkan temuannya yang pernah ke Sofifi, Ternate, dan Halmahera Selatan yang merupakan daerah Maluku Utara, dia masih melihat masyarakat dalam keadaan susah.

Baca Juga: Musni Umar: UAS kalau ke Berbagai Daerah Disambut Bagaikan Presiden

“Sebagai sosiolog sy pernah ke Malut (Sofifi, Ternate, Halmahera Selatan) ckp heran hasil survei BPS Malut daerah paling bahagia. Daerah itu kaya tapi rakyatnya msh susah,” kata sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun itu lewat Twitternya, Selasa, 17 Mei 2022.

Musni Umar pun menyarankan agar peneliti dari Universitas Khaerun juga melakukan survei apakah benar kehidupan masyarakat Maluku Utara terbilang bahagia. 

Tangkapan layar pernyataan Musni Umar dan protes warganet terkait Maluku Utara dinobatkan sebagai daerah paling bahagia/ Twitter

“Sebaiknya Univ. Khaerun lakukan survei, apa benar atau salah hasil survei tsb,” kata Guru Besar Asia University Malaysia yang pernah dituding karena gelar profesor palsu itu.

Baca Juga: Musni Umar: UAS kalau ke Berbagai Daerah Disambut Bagaikan Presiden

Lantas, publik yang merasa mengerti keadaan daerah Maluku Utara pun menyangkal pernyataan Rektor UIC itu. Mereka tidak terima kalau pernyataan Musni Umar dinilai tak percaya data yang dirilis BPS tersebut.

“Siapa bilang rakyat malut susah???? Di sini orang malas saja yg tdk dot uang. Di sini untuk kerja masih ok semua, mau ojek samgat mudah dan bisa dpt 200/300rb /hari. Pemerintah daerahnya yg harus ditanya, apa yg sudah dilakukan selain buat acara dan hanya buat taman,” kata @Taqim35937476.

“Pak Saya orang Ternate n tinggal di Ternate. Di Ternate bapak akan susah mendapatkan pengemis. Bapak boleh taruh mobil n motor sehari semalam di luar rumah dan ga ada yg utak Atik 
Bapak bisa lihat Hampir di setiap sisi kota ada kafe dan warkop Dan tiap malam dipenuhi pengunjung,” balas @AyieAsghar.

Adapun data yang dirilis BPS tersebut diukur berdasarkan tingkat kebahagiaan atas 19 indikator dalam tiga dimensi kehidupan, yakni dimensi kepuasaan hidup, dimensi perasaan, dan dimensi makna hidup. Dalam dimensi kepuasan hidup, dibagi menjadi subdimensi kepuasan hidup personal dan kepuasan hidup sosial.

Dan diketahui, tiga besar provinsi dengan masyarakat paling bahagia, setelah Maluku Utara, disusul oleh Provinsi Kalimantan Utara dengan skor 76,33, dan Maluku 76,28.

Bagikan