Golkar Siap Pasangkan Airlangga Dengan Ganjar di Pilpres 2024

Golkar Siap Pasangkan Airlangga Dengan Ganjar di Pilpres 2024

R
Raja Ade Romania
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaPartai Golkar siap untuk maju ke Pilpres 2024 dengan mengusung Airlangga bersama Ganjar Pranowo apabila Gubernur Jawa Tengah itu tak mendapatkan restu dari PDIP.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurdin Halid dalam diskusi di Gedung Parlemen, Senayan, Kamis 11 November 2021.

Menurut Nurdin, Partai Golkar dari dulu merupakan partai yang terbuka bagi putra terbaik bangsa untuk menjadi seorang pemimpin.

Akan tetapi, Nurdin menjelaskan jika Golkar telah memutuskan untuk mencalonkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden mendatang. Oleh karena itu, posisi Ganjar nantinya ialah sebagai calon wakil presiden dari Airlangga.

“Golkar membuka pintu-lebar untuk Ganjar Pranowo selebar-lebarnya kalau tidak dapat tiket dari partai,” tutur Nurdin.

Baca Juga

Lebih lanjut, Nurdin pun menegaskan bahwa Partai Golkar telah menyiapkan program Indonesia sejahtera tahun 2045 dan Airlangga disiapkan untuk mengawal program tersebut.

Pihaknya menilai jika Partai Golkar harus berkuasa dan memenangkan pemilu agar dapat menjalankan program tersebut secara bertahap.

Lain halnya dengan PDIP yang bisa mengusung capres sendiri pada Pilpres 2024, Golkar butuh satu partai menantang untuk memenuhi syarat mengusung calon presiden dengan ambang batas penguasaan kursi di parlemen minimal 20 persen. 

Waketum Golkar itu berharap para pendukung Ganjar yang tergabung Relawan Ganjaris bisa bergabung dengan Relawan Airlangga (RELA) untuk saling mendukung pada Pilpres 2024. 

Sementara itu, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan PDIP biasanya akan menentukan calon presiden pada menit-menit terakhir. 

Pangi juga menuturkan bahwa tidak mungkin PDIP berani mengusung calon yang tidak populer dan elektabilitas tinggi pada Pilpres 2024.

“Tidak mungkin PDIP tidak mengusung calon presiden yang tingkat elektabilitasnya tidak tinggi,” beber Pangi. 

Meski tidak langsung menyebut PDIP pada akhirnya akan mengusung Ganjar sebagai capres, Pangi mengingatkan pada saat Pemilu 2014 lalu, ketika Megawati tidak jadi maju dan lebih memilih Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai Capres saat itu. 
Itu menampilkan PDIP akan cenderung memilih orang yang memiliki elektabilitas yang tinggi untuk diusung.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.