Terkini.id — Panitia Hak Angket DPRD Sulsel mengusulkan pemakzulan atau pemberhentian Prof Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel.
Hal itu merupakan salah satu dari tujuh poin rekomendasi hak angket yang akan keluar dan diparipurnakan pada hari Senin 19 Agustus 2019.
Rekomendasi pemakzulan itu akan ditujukan ke Mahkamah Agung (MA) untuk mengkaji rekomendasi tersebut.
Di poin lain, merekomendasikan kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia untuk melakukan pembinaan kepada Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Menanggapi hal tersebut, Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Sulsel, Rudy Pieter Goni mengungkapkan bahwa fraksi PDI-P menolak seluruh rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh panitia hak angket.
- TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan Perkuat Ketahanan Keluarga Melalui Program Keluarga Sehati di Luwu Timur
- Gubernur Sulsel Apresiasi Polda dan TNI Bongkar Jaringan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Wilayah Sulsel
- Hadiri Sannipata Waisak 2026, Gubernur Andi Sudirman Apresiasi Kontribusi Permabudhi dalam Pembangunan Daerah
- Sulsel Kebagian 25 Sapi Kurban Presiden Prabowo, Gubernur Andi Sudirman: Akan Disalurkan ke Wilayah Prioritas
- Sulsel Jadi Provinsi Pertama Bentuk Komcad ASN, Wamenhan: Langkah Gubernur Andi Sudirman Patut Diapresiasi
Termasuk usulan pemakzulan terhadap Nurdin Abdullah sebagai gubernur. Sebab ia menganggap panitia hak angket melewati kewenangannya dalam kesimpulannya
“Terlalu dini dan sangat jauh rekomendasi pemakzulan. Ini tidak bisa diterima dan akan menjadi preseden buruk dalam perpolitikan. Begitu mudah mengeluarkan rekomendasi pemakzulan. Padahal sangat tidak perlu dan pantas. Melihat bahwa bapak Nurdin Abdullah sangat dizalimi dalam hal keputusan pansus,” ujar Rudy Pieter Goni melalui sambungan telepon, Jumat 16 Agustus 2019.
Menurutnya, usulan pemakzulan akan mencederai politik di Sulsel, gubernur adalah pilihan rakyat dan mendapat legitimasi dari rakyat.
“Mau dimakzulkan dengan alasan-alasan yang sangat kabur. Bahkan pak gub tidak diberi kesempatan menghadirkan saksi ahli dan meringankan atas tuduhan-tuduhan yang utarakan pansus.
Pansus secara sengaja tidak mengundang pihak Kemendagri, KemenPan untuk dimintai pandangan soal hal-hal yang menjadi sorotan. PDIP kecewa dengan sikap oknum-oknum pansus yang mengabaikan pandangan-pandangan anggota PDI Perjuangan yang menjadi anggota Pansus,” ujar Sekretaris DPD PDI-P Sulsel ini.
Olehnya itu, ia meminta rakyat Sulsel mengawal Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) yang akan digoyahkan
“Kami akan menggunakan segala daya upaya sesuai dengan UU dan peraturan Hukum yang berlaku untuk menghadapi ini. Kebenaran tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh konspirasi politik. Harusnya buka mata dan buka hati, kalo ada kekurangan diperbaiki bukan mencederai suara rakyat,” urainya.
Selain itu, PDI-P juga bakal melakukan lobi politik ke beberapa fraksi di DPRD untuk menolak rekomendasi panitia hak angket.
“Sudah ada beberapa yang setuju,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
