Terkait Fee Rp200 Juta, Sumardi Akui Ada Pertemuan Antara, Jumras, Anggu, Ferry dan Irfan Jaya

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman menjadi terperiksa pada sidang lanjutan hak angket di Gedung Tower Lantai 8 Sulsel, Kamis 11 Juli 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman menjadi terperiksa pada sidang lanjutan hak angket di Gedung Tower Lantai 8 Sulsel, Kamis 11 Juli 2019.

Panitia hak angket memanggil Andi Sumardi untuk memberikan keterangan terkait pencopotan Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras dan fee Rp200 juta dari dua pengusaha bernama, Anggu Sucipto dan Ferry Tandiari, uang tersebut akan diberikan ke Jumras, agar dua pengusaha memenangkan tender proyek.

Ketua Panitia Hak Angket, Kadir Halid mengatakan, berdasarkan fakta persidangan, Sumardi mengakui bahwa adanya pertemuan antara Jumras, Anggu, Fery dan Irfan Jaya (Direktur Salah Satu Lembaga Survei), di Barbershop milik Irfan Jaya, Jalan Bau Mangga Makassar.

“Pak Sumardi akui, tapi dia mengaku hanya sebentar dan tidak membahas mengenai hal-hal yang sebutkan oleh Jumras,” kata Kadir Halid.

Selain itu, usai Jumras dicopot, di Rumah Jabatan gubernur yang disaksikan, Prof Yusran, Jayadi Nas dan Asri Sahrun (Kepala BKD Sulsel), disebutkan bahwa Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah langsung menelpon ke Sumardi dan Anggu. Namun Sumardi tidak mengakui bahwa dia pernah ditelpon oleh gubernur, bahkan Sumardi tidak memiliki no telepon gubernur.

Namun Kadir mengungkapkan bahwa, pernyataan Sumardi dan Jumras dinilai berbeda, olehnya itu, pihak hak angket akan melakukan konfrontir pada sidang berikutnya.

“Kita akan melakukan konfrontir dengan mempertemukan dengan Jumras dan Sumardi,” ungkap Politisi Partai Golkar Sulsel ini.

Selain itu, lanjut Kadir Halid, seluruh nama yang muncul dalam persidangan juga akan dipanggil, termasuk dua pengusaha yaitu, Anggu Sucipto, Ferry Tandiari dan Irfan Jaya.

“Semuanya akan dipanggil,” pungkasnya.


Jumras Dicopot, Gegara Tidak Penuhi Permintaan Pengusaha Yang Bantu Nurdin Abdullah di Pilgub

Mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Jumras menjadi terperiksa pada sidang hak angket DPRD Sulsel, Selasa 9 Juli 2019.

Pada sidang itu, Jumaras memberikan keterangan terkait pencopotannya sebagai Kepala Biro Pembangunan Setda yang dilakukan oleh Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah.

“Saya tidak menyangka kalau saya dicopot dari jabatan saya” ungkap Jumras.

Pada pencopotannya itu, dirinya dipanggil di rumah jabatan gubernur untuk diberikan SK pencopotannya. Di rumah jabatan itu hadir Prof Yusran, Jayadi Nas dan Asri.

“Pada waktu itu hari Minggu, saya dipanggil ke Rujab, begitu saya diterima, pak gubernur langsung mengatakah bahwa anda (Jumras) saya (Gubernur) copot, beliau langsung memberikan SK pencopotan saya,” ungkapnya.

Dirinya sempat bertanya terkait alasan pencopotannya. Kata dia, Nurdin Abdullah beralasan Jumras dicopot karena dituding menerima fee dari dua pengusaha bersama, Anggu Sucipto dan Ferry Tandiari.

“Saya katakan saya difitnah karena saya meminta fee dengan pekerjaan yang dia (dua pengusaha) minta ke saya. Saya katakan saya tidak pernah ngomong seperti itu, tapi pak gub tidak mau mendengarkan alasan saya,” umbarnya.

“Sebelum saya meninggalkan rumah jabatan, saya sempat menyampaikan ke pak gub, bahwa Anggu itu menunjuk bapak (gubernur) bahwa pada Pilkada bapak dibantu 10 miliar, Anggu mengong ke saya, dan pada waktu itu dihadiri oleh kakak wakil gubernur, Sumardi (kepala Bapenda Sulsel)

Pada saat itu, Pak Sumardi memberi tahu saya bahwa kasih saja pekerjaan itu, karena sudah membantu gubernur. tapi saya katakan silahkan pak, lelang itu terbuka silahkan ikuti prosesnya.
Pak Sumardi katakan ke saya bantu dia (Anggu dan Ferry), saya titipkan ke kamu 200 juta ambil. tapi saya tolak itu uang itu,” bebernya dalam persidangan.

Jumras sempat ingin membeberkan sejumlah nama dalam sidang, namun Ketua Panitia Hak Angket, Kadir Halid memberikan pilihan ke Jumras, apakah sidang itu dilanjutkan dengan terbuka atau tertutup. Jumras menginginkan sidang dilanjutkan secara tertutup.

“Jadi mohon maaf teman-teman media, karena banyak nama yang akan disebut, dan pak Jumras meminta tertutup, jadi mohon teman tidak diliput dan mengambil tempat di luar ruang sidang,” kata Kadir Halid.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sulsel

Wakil Gubernur Sulsel Pimpin Rakor Evaluasi SAKIP

Terkini.id -- Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka pelaksanaan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dan Reformasi