Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli menyinggung soal “nguztad” yang sering berbicara soal halal, haram, dan kafir, namun malah mau berwisata ke Singapura.
Hal ini ia singgung saat menanggapi soal wisata halal yang dipromosikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.
Guntur Romli menilai bahwa wisata halal di Indonesia hanya menjadi kampanye politik dan pencitraan semata.
Bahkan, menurutnya, wisata halal masih menjadi eksklusivisme dan belum memiliki daya tarik tersendiri.
“Masalahnya wisata halal di Indonesia cuma jadi kampanye politik dan pencitraan semata, bahkan jadi eksklusivisme, blum ada daya tarik tersendiri,” kata Guntur Romli.
- Abu Janda Jadi Penjilat Prabowo, Guntur Romli Sebut Tidak Ada Makan Gratis
- Guntur Romli Sentil AHY Soal G20: Dia ini Dangkal Komennya
- Guntur Romli Sindir Buzzer Anies, Capres Nasdem Itu Dianggap Caper ke Gibran Buntut Tak Dapat Restu dari Jokowi
- Guntur Romli, 5 Alasan Koalisi Anies Baswedan Gagal Deklarasi
- Jusuf Kalla Sebut Semakin Anies Baswedan Direndahkan Maka Akan Semakin Populer
“Buktinya ngustad yang royal soal halal, haram, kafir malah mau berwisata ke singapore. Apa singapore lebih ‘halal’ dari Indonesia?” sambungnya, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Rabu, 18 Mei 2022.
Bersama pernyataannya, Guntur Romli membagikan cuitan Sandiaga Uno soal Wisata Halal di Indonesia.
“Kemenparekraf fokus pada pengembangan Wisata Ramah Muslim mulai dari penginapan, makanan halal, paket wisata dan keuangan,” kata Sandiaga Uno.
“Mari gerak cepat dan semangat untuk memajukan Wisata Halal di Indonesia!” tambahnya.
Dalam cuitannya, Guntur Romli tidak menyebutkan dengan jelas soal siapa “nguztad” yang ia maksud ingin berlibur ke Singapura.
Namun, saat ini media sosial tengah diramaikan dengan pembicaraan soal Ustaz Abdul Somad alias UAS yang ditolak masuk ke Singapura saat niat berlibur.
Sebelumnya, UAS memang menceritakan pengalamannya yang mengaku dideportasi Singapura melalui akun instagramnya.
Dalam unggahannya, UAS juga mengunggah foto berada di dalam sebuah ruangan bak penjara pada Selasa, 17 Mei 2022.
“UAS di ruang 1×2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore,
tulis UAS.
Melalui kanal YouTube Hai Guys Official, UAS menceritakan bahwa ia berangkat ke Singapura untuk tujuan berlibur
“Dalam rangka libur, ini kan hari libur. Kebetulan sahabat saya dekat rumahnya dari Singapura,” katanya.
UAS pun mempertanyakan ke pihak Pemerintahan Singapura mengapa ia ditolak masuk ke negara tersebut.
“Itulah yang mereka tak bisa menjelaskan, pegawai Imigrasi tak bisa menjelaskan, jadi yang bisa menjelaskan ambassador of Singapore in Jakarta, you have to explain to our community, why did your country, why did your government reject us? Why did your government deport us?” kata UAS, dilansir dari Detik News.
“Kenapa? Apakah karena teroris? Apakah karena ISIS? Apakah karena bawa narkoba? Itu mesti dijelaskan,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
