Terkini.id, Jakarta – Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mendirikan lembaga amal baru, Global Moeslim Charity (GMC). Guntur Romli menyindir, serigala berbulu kambing.
Sindiran keras itu dilontarkan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli melalui akun Twitter-nya, @GunRomli.
“Setelah ketahuan serigala berbulu domba, kini serigala berbulu kambing. Waspadalah!” tulis Guntur Romli pada Jumat, 8 Juli 2022.
Sindiran tersebut disertai tangkapan layar gambar dari akun Instagram @asumsico. Dalam gambar tersebut tertulis “Ahyudin, Eks Presiden ACT Dirikan Lembaga Amal Baru Global Moeslim Charity”.
Global Moeslim Charity resmi dideklarasikan pada 12 Maret 2022 di Beltway Office Park, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
- Ahyudin ACT Pernah Dikabarkan Terima Gaji Rp 250 Juta, Rincian Polisi: Rp 400 Juta
- Slamet Maarif Bantah Dugaan KS 212 Terima Aliran Dana ACT Rp 10 Miliar
- ACT Selewengkan Dana Donasi Boeing untuk Koperasi Syariah 212, Guntur Romli: Brengsek!
- Bareskrim Tetapkan Presiden dan Eks Presiden ACT Sebagai Tersangka Soal Kasus Dugaan Penyelewengan Dana
- Netizen Geram, Dana Operasional ACT Sampai 30 Persen dari Total Dana Sumbangan: Fatwa Ngawur!
Lembaga nonprofit itu mirip dengan ACT atau lembaga yang ia dirikan sebelumnya.
Di lembaga ini, Ahyudin menjabat sebagai Presiden GMC Nasional. Beberapa petinggi GMC lainnya terdiri dari para ulama. Salah satunya adalah Buya Mahfud Sobari. Ulama besar dari Jawa Timur itu menjabat sebagai pembina.
Ahyudin menceritakan tantangan dan peluang yang dirasakan ketika membangun gerakan amal charity di tengah pandemi Covid-19. Hal itu ia ungkapkan langsung lewat akun Facebook-nya.
Ahyudin juga mengatakan lembaga amal harus tetap konsisten dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Lembaga-lembaga amal charity harus terus berupaya membuktikan bahwa pengelolaan sedekah yang lebih produktif, terorganisir, berkelanjutan, berdampak masif, dan solutif adalah melalui lembaga,” tulis Ahyudin melalui Facebook-nya pada 30 Juni 2022 lalu, seperti dilansir tvonenews.com, Rabu, 6 Juli 2022.
Diberitakan sebelumnya, ACT diduga menyelewengkan dana donasi umat untuk kepentingan pribadi.
Menurut investigasi Majalah Tempo, pendiri sekaligus petinggi ACT bernama Ahyudin menerima gaji Rp 250 juta dan level menengah hingga Rp 80 juta.
Selain itu, petinggi ACT menerima mobil mewah mulai dari Pajero Sport hingga Alphard yang uang pembeliannya dipotong dari hasil donasi umat.
Lembaga filantropi itu memotong 13,7 persen dari total donasi yang diperoleh. Jumlah potongan tersebut digunakan sebagai dana operasional lembaga.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
