Terkini, Jeneponto – Seorang guru yang mengajar di salah satu madrasah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Babul Ilmy, Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, dikabarkan menerima gaji dalam bentuk uang palsu.
Kejadian ini mengejutkan masyarakat dan menjadi bahan pembicaraan hangat.
Bahkan video para guru itu pun beredar di grup whatsapp, Minggu, 22 Desember 2024. Dalam video tersebut oknun guru itu menyampaikan agar hati-hati dengan peredaran uang palsu.
“Hati-hati, saya dapat uang palsu palsu dari Babul Ilmy, gajiku ini kodong, baru uang palsu yang saya dapat, tidak bisa dibedakan, tapi kalau diterawang ujungnya bisa terbelah,” kata oknun guru itu dalam video.
Menurut informasi yang dihimpun, guru tersebut baru menyadari uang yang diterimanya sebagian gaji adalah uang palsu saat membuka amplop dari bendahara.
- Dispar Makassar, APPBI dan IMA Siapkan Makassar Great Sale 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
- Bersama Istri, Wabup Gowa Hadiri HUT Kiwal Garuda Hitam dan Titip Pesan Persatuan
- OJK Sulselbar Perkuat Akses Keuangan Nelayan dan UMKM Pesisir di Mamuju Tengah
- Pemkot Makassar Ganjar Juara O2SN 2026 dengan Beasiswa, SMPN 18 Raih Juara Umum
- Prima Unggul Global Resmikan Kantor Agen di Sinjai Timur, Perluas Layanan Umrah dan Haji untuk Masyarakat
“Kata dia tahu saat amplop gajinya dibuka, satu lembar dari uang gajinya uang palsu,” kata keluarga dari guru tersebut.
Guru yang menerima uang palsu itu merupakan kemenakannya, menurutnya, Guru itu mengaku menerima amplop yang berisi gajinya langsung dari pihak bendahara salah satu Madrasah di Rumbia.
“Kemenakan sama sekali tidak menyangka ini terjadi. Uang ini adalah hasil kerja kerasnya sebagai pendidik,” ungkapnya saat diwawancarai lewat telpon whatsappnya.
Saat ditanya Terkini terkait kebenaran kejadian tersebut, Kepala Madrasah dimana guru yang menerima uang palsu itu membenarkan kejadian tersebut,” Iya, Pak,” Baharuddin.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kepercayaan terhadap institusi pendidikan di wilayah tersebut. Masyarakat berharap pihak yayasan dan aparat penegak hukum dapat menyelesaikan kasus ini secara transparan dan adil.
Hingga berita ini diturunkan, Terkini belum mengkonfirmasi pihak kepolisian, yang diharapkan dapat melakukan investigasi untuk menentukan apakah uang palsu tersebut merupakan hasil kelalaian atau ada unsur kesengajaan dari pihak tertentu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
