Terkini.id, Jakarta – Penceramah kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah, mengungkapkan bahwa dirinya enggan menjadi pengurus Nahdlatul Ulama (NU).
Hal itu diucapkannya, lantaran dirinya ingin berkhidmat dengan NU melalui caranya sendiri, tanpa harus menjadi pengurus NU.
“Kalau Rais Aam adalah kepala, pengurus Tanfidziyah adalah badannya. Miftah cukup menjadi sandalnya, diinjak-injak ora popo, sing penting NU selamat,” kata Gus Miftah, dalam acara Semarak Muktamar ke-34 NU di Pondok Pesantren Darussaadah, Lampung Tengah.
Bagi Miftah, ada 5 ciri orang yang mengaku NU, yaitu kelompok tidak tahu menahu dan seperti apa yang dimaksud dengan NU, namun mereka sangat mencintai NU.
“Ketika mereka ditanya siapa dirinya, dia pun dengan tegas mengaku dirinya adalah NU, walaupun dia tidak tahu NU seperti apa,” ujarnya, dikutip dari RMOL, Kamis 23 Desember 2021.
- Dikabarkan Berseteru dengan Uya Kuya, Gus Miftah Angkat Bicara
- Gus Miftah Sempat Bingung dengan Kasus KDRT Rizky Billar, Ini Penyebabnya!
- Gus MIftah Kaget Ketahui Agama Farel Prayoga: Yowes Rapopo!
- Farel Prayoga Disuruh Ngaji, Gus Miftah Kaget Dengar Jawabannya
- Polemik Ferdy Sambo, Gus Miftah: Jangan Sombong, Baca Surah Ali-Imran Ayat 26!
Ciri selanjutnya, kata dia, kelompok orang yang tahu seperti apa dan bagaimana sebenarnya NU, tetapi mereka tidak mau tahu perihal NU.
“Apakah NU mau maju atau mundur, bahkan hancur mereka tidak pernah peduli dan mereka mengaku NU,” terangnya.
Ada juga kelompok orang yang hanya sekadar memanfaatkan kebesaran NU demi mengejar popularitas, mengejar ambisi pribadinya dalam urusan jabatan dan politik, tetapi sesungguhnya mereka tidak pernah peduli dengan NU.
“Selanjutnya, kelompok orang yang sesungguhnya membenci NU tapi karena ini mencari selamat dan aman, sehingga mengaku sebagai orang NU,” beber Miftah.
Lalu, kelompok terakhir yakni kelompok orang dengan pengetahuan ke-NU-annya, memang benar-benar gigih dan ikhlas memperjuangkan, mengaja dan berkhidmat kepada NU, walaupun mereka tidak mendapat apa pun dari NU.
“Kelompok inilah yang akan diakui sebagai santri dan didoakan sampai kepada dzurriyahnya oleh syekh Hasyim Asy’ari. Semoga kita semuanya masuk ke kelompok kelima ini,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
