Terkini.id, Bulukumba — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Drs. H. Muhammad Yunus, M.Pd.I mendampingi tim penilai lomba sekolah sehat (LSS) nasional dan provinsi yang melaksanakan pembinaan awal. Kamis, 06 Februari 2020 di MAN 1 Bulukumba dan MIN 7 Bulukumba.
Dua madrasah masing-masing berada di kecamatan Bulukumpa dan Bontobahari ini akan mewakili Kabupaten Bulukumba pada ajang lomba sekolah sehat tingkat provinsi yang diagendakan maret mendatang.
Kasi Penmad menyampaikan kedatangan Tim Penilai LSS merupakan bentuk perhatian terhadap madrasah sehingga kedatangan mereka harus dimaksimalkan untuk menimba segala pengetahuan tentang pengelolaan madrasah berbasis perilaku hidup bersih dan sehat.
Ditetapkannya dua madrasah ini sebagai wakil kabupaten Bulukumba di ajang LSS tingkat provinsi merupakan pengakuan penilai LSS tingkat kabupaten Bulukumba terhadap madrasah. Oleh karena itu, dirinya meminta agar madrasah berusaha berbenah secara maksimal sesuai instrumen sekolah sehat.
“Kita telah ditetapkan menjadi wakil Bulukumba dalam LSS tingkat provinsi, tidak ada kata menyerah kecuali prestasi dan prestise, maka dibutuhkan kerja sama semua pihak terkait untuk mewujudkannya,” terangnya.
- Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Mengemuka, Ketua INTI Soroti Dugaan Rasisme Terselubung
- Ketua Purna Paskibra Makassar Tegaskan Nasionalisme Tak Ditentukan oleh Etnis!
- Kelolaan Emas BSI Regional Makassar Tembus 163 Kilogram, Berat Transformasi Digital Bulion Bank
- Beasiswa Kalla 2026 Resmi Dibuka, Dukung Generasi Muda Indonesia dan Berdaya
- Dian Ayu Pratiwi Satria, Hadir di Tengah Warga Kalimporo, Reses Jadi Jembatan Aspirasi Nyata
Berkaca dari raihan prestasi juara II nasional yang dicapai MAN 2 Bulukumba pada LSS tahun 2019, H. Muhammad Yunus menyampaikan dibutuhkan sinergitas dan pembagian peran semua stakeholder yang bergelut pada LSS.
Ditambahkannya, mendapatkan prestasi pada lomba ini bukan subtansi dari LSS tetapi prestasi sesungguhnya adalah perubahan mind set dan karakter hidup bersih dan sehat yang teraktual dalam perilaku sehari-hari warga madrasah khususnya pada peserta didik.
Hal ini diamini oleh tim penilai LSS nasional yang menyampaikan orientasi LSS sesungguhnya adalah menanamkan karakter dan budaya hidup bersih dan sehat, best attiutde performance yang menjadi salah satu indikator penilaian LSS.
Dirinya mengaku cukup terkejut ada dua madrasah yang menjadi wakil kabupaten Bulukumba pada LSS tingkat provinsi Sulsel. Oleh karena itu, kedua madrasah ini diharapkan meneruskan dan meleibihi prestasi LSS yang diraih MAN 2 Bulukumba.
Zulkifli menguraikan perilaku hidup bersih dan sehat dimulai dengan membiasakan peserta didik dengan sesuatu yang baik sejak dini oleh orang tua dan guru, sehingga akan menjadi karakter dalam kehidupan mereka sehari-hari. Penanaman karakter sejak dini berarti guru dan orang tua telah berpartisipasi dalam membangun karakter bangsa. (sfl)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
