Makassar Terkini
Masuk

Mengejutkan, Konglomerat Muslim Uni Emirat Arab Ini Diam-diam Jadi Pendonor Pangan Israel

Terkini.id, Dubai – Mengejutkan, konglomerat Muslim Uni Emirat Arab ini diam-diam jadi pendonor pangan Israel. Konglomerat atau taipan asal Uni Emirat Arab (UEA), Mohamed Alabbar secara diam-diam telah menjadi penyokong dana untuk program ketahanan pangan Israel.

Hal ini terungkap dalam Konferensi Prakarsa Keamanan Pangan Nasional yang diadakan pekan lalu di Tel Aviv.

Dilansir Middle East Monitor via republika.co.id, Senin 9 Agustus 2021, konferensi tersebut mengungkapkan nama lima pendonor yang telah mendanai program ketahanan pangan, salah satunya adalah Alabbar.

Surat kabar bisnis harian, Ibrani Calcalist pada Kamis 5 Agustus 2021 lalu, melaporkan lima pendonor telah memberikan bantuan dana senilai 550 juta NIS kepada ribuan keluarga yang mengalami kelaparan selama 18 tahun terakhir.

Nama-nama penyokong dana tersebut di antaranya Moti Ben Moshe, Len Belvatnik, dan Alabbar. Alabbar merupakan pemilik Emaar Properties, yang memiliki Burj Khalifa, yang terkenal sebagai menara tertinggi di dunia.

Selama 18 tahun, para pendonor telah bersikap hati-hati agar kegiatan mereka tidak terekspos. Menurut Calcalist, mitra paling mengejutkan yang bergabung dengan inisiatif Israel pada 2018 adalah Alabbar. 

Calcalist melaporkan, Alabbar telah bergabung sebagai pendonor sebelum tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab, termasuk UEA. 

Israel telah melakukan normalisasi hubungan dengan empat negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko. Normalisasi itu dijembatani Amerika Serikat (AS) melalui Kesepakatan Abraham atau Abraham Accord, yang diinisiasi di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Kesepakatan itu mendapatkan kecaman dari Palestina. Para pemimpin Palestina mengatakan, negara-negara yang melakukan normalisasi telah meninggalkan posisi bersatu.

Para pemimpin di Palestina juga menyindir, negara-negara Arab yang dimaksud itu akan berdamai setelah ‘solusi dua negara’ tercapai.

Seperti diketahui, negosiasi Palestina dan Israel untuk mencapai solusi dua negara telah menemui jalan buntu selama bertahun-tahun.