Haris Azhar dan Fatia Hampir Dijemput Paksa, KontraS: Makin Jelas Polri sebagai Alat Negara untuk Menakuti

Terkini.id, Jakarta – Kedatangan aparat kepolisian ke rumah aktivis Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti pagi ini, Selasa 18 Januari 2022 mendapat protes keras di media sosial.

Fatia dan Azhar diketahui hendak dipanggil paksa oleh kepolisian, imbas keduanya dua kali tidak memenuhi panggilan kepolisian.

Namun, kedua aktivis tersebut menolak dipanggil paksa dan memilih untuk datang sendiri ke Polda Metro Jaya pada siang hari ini.

Baca Juga: Story Luhut dan Surya Paloh Pada Bab Informan Jokowi

Akun resmi KontraS di Twitter, melayangkan protes kepada kepolisian. Menurut KontraS, kedatangan polisi tersebut makin menunjukkan bahwa kepolisian menjadi alat negara untuk menakut nakuti rakyat.

“Kedatangan pihak kepolisian Polda Metro Jaya ke kediaman Fatia dan Haris juga semakin menegaskan bahwa Kepolisian dapat dijadikan alat negara untuk menakuti masyarakat yang sedang melakukan kritik terhadap pemerintah/pejabat publik atas kebijakan yang dikeluarkan,” tulis KontraS.

Baca Juga: Luhut Tegas Bantah Dirinya Bukan Menteri Segalanya, Anggota DPR: Dari...

KontraS pun mendesak, agar ihak Polri menghentikan penyidikan kasus yang dianggap sebagai bentuk kriminalisasi tersebut.

“Kami mendesak :
1. @DivHumas_Polri menghentikan proses hukum terhadap upaya kriminalisasi yg dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
2. @DivHumas_Polri menjamin ruang kebebasan berekspresi masyarakat, khususnya Fatia & Haris Azhar,” tulis akun kontraS.

Disebutkan juga, proses Pemanggilan Paksa Kepada Fatia dan Haris adalah Bentuk Kesewenangan Kepolisian atas Laporan dari Pejabat Publik!

Fatia dan Haris Sudah Kooperatif

Baca Juga: Luhut Tegas Bantah Dirinya Bukan Menteri Segalanya, Anggota DPR: Dari...

KontraS menyampaikan, Fatia dan Haris sebelumnya sudah mempunyai niat kooperatif untuk melaksanakan pemeriksaan dan menunaikan panggilan dari pihak Kepolisian.

Hal itu dilakukan dengan dengan beberapa kali mengirimkan surat permohonan penundaan pemeriksaan dikarenakan berhalangan hadir. Namun, kepolisian tidak menggubris permohonan tersebut.

“Pemanggilan dan proses hukum terhadap Fatia dan Haris terkesan dipaksakan dan terburu-buru. Sebab, jika dibandingkan dengan banyak kasus lainnya, Kepolisian kerap menunda laporan masyarakat sehingga membuat kasus tersebut mangkrak,” tulisnya lagi.

Tanggapan Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya membenarkan adanya upaya menjemput paksa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti pagi tadi. Polisi menilai upaya itu telah sesuai prosedur.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis seperti dikutip dari detikcom, mengatakan langkah itu diambil usai Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti mangkir dari jadwal pemeriksaan sebanyak dua kali. Keduanya dianggap mangkir dengan alasan yang tidak wajar.

“Penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya telah mendatangi kantor Haris Azhar dan kediaman rumah Fatia untuk kepentingan penyidikan. Saksi HA dan FA (dua) kali tidak hadir dengan alasan yang tidak patut dan wajar,” kata Auliansyah kepada wartawan, Selasa 18 Januari 2022.

Atas dasar itu, Auliansyah menilai sesuai aturan yang berlaku pihak kepolisian memiliki kewenangan untuk membawa paksa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dalam rangka pemeriksaan.

“Penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya membawa surat perintah untuk membawa dan menghadirkan saksi,” katanya.

Auliansyah mengungkapkan, Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti telah dua kali mangkir pemeriksaan. Agenda pemeriksaan itu seharusnya berlangsung pada 23 Desember 2021 dan 6 Januari 2022.

“Kemudian keduanya mengajukan lagi surat permohonan pemeriksaan tanggal 7 Februari 2022 dengan alasan tidak dapat meninggalkan pekerjaan,” jelas Auliansyah.

Lebih lanjut Auliansyah mengatakan pihaknya telah melakukan diskusi dengan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti di kediaman masing-masing. Keduanya menyanggupi untuk diperiksa di Polda Metro Jaya siang ini.

“Penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya telah melakukan tindakan persuasif dan dialog kepada keduanya. Disepakati saksi HA dan FA akan hadir ke Polda Metro Jaya hari ini dan pukul 11.00 WIB sehingga penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya tidak membawa paksa keduanya,” ujar Auliansyah.

Haris-Fatia Sempat Didatangi Polisi
Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti dikabarkan didatangi polisi di kediamannya pagi ini. Mereka hendak dibawa ke Polda Metro Jaya.

“Pagi tadi 18 Januari 2022, Fatia dan Haris didatangi 4-5 polisi di kediamannya masing-masing untuk dibawa ke Polda Metro Jaya,” kata Wakil Koordinator KontraS, Rivan Lee Ananda, kepada wartawan.

Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar menolak dibawa ke Polda Metro Jaya. Mereka memastikan akan datang sendiri hari ini.

“Keduanya menolak dan memilih untuk datang sendiri siang ini,” tambah Rivan.

Terkait Laporan Menko Marves Luhut Panjaitan

Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti sebelumnya dipolisikan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, terkait dugaan pencemaran nama baik. 

Laporan polisi terkait konten di YouTube yang berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!’.

Polda Metro Jaya kemudian meningkatkan menaikkan status perkara pencemaran nama baik Menko Marinves Luhut Panjatan ke tingkat penyidikan. Terlapor, Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, masih berstatus sebagai saksi.

“Sudah sidik (penyidikan). Tapi pada prinsipnya Haris Azhar masih saksi,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 6 Januari 2022.

Sebelumnya, polisi sudah memfasilitasi mediasi antara Luhut dan Haris Azhar-Fatia tapi berakhir buntu.

Bagikan